Berita Tanahlaut

Tim Hukum Paslon Datangi Panwaslu Tanahlaut Pertanyakan Dugaan Politik Uang di Banyuirang

Tim hukum pasangan calon (paslon) Bambang Alamsyah dan Ahmad Nizar mendatangi Kantor Sekretariat Panwaslu Kabupaten Tanahlaut.

Tim Hukum Paslon Datangi Panwaslu Tanahlaut Pertanyakan Dugaan Politik Uang di Banyuirang
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Tim hukum pasangan calon (paslon) Bambang Alamsyah dan Ahmad Nizar mendatangi Kantor Sekretariat Panwaslu Kabupaten Tanahlaut, Selasa (26/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tim hukum pasangan calon (paslon) Bambang Alamsyah dan Ahmad Nizar mendatangi Kantor Sekretariat Panwaslu Kabupaten Tanahlaut, Selasa (26/6/2018).

Kedatangan tim hukum paslon itu diwakili Badrul Ain Sanusi Al Afif dan Hysam Kumkelo yang diterima langsung Marsudi, Ketua Panwaslu Kabupaten Tanahlaut.

Marsudi mengaku tim hukum paslon itu mempertanyakan kinerja tindak lanjut pengaduan dugaan politik uang di Desa Banyuirang, Kecamatan Batibati dan kasus lainnya, seperti soal netralitas ASN di Kecamatan Kurau.

"Saya jawab bahwa setiap pengaduan atau laporan pasti Panwaslu Kabupaten Tanahlaut tidak boleh menolak," ujar Marsudi.

Baca: Susunan Pemain Denmark vs Prancis di Grup C Piala Dunia 2018 - Cuma Perlu Hasil Imbang?

Menurut Marsudi, terkait hasil kajian Panwaslu Kabupaten Tanahlaut terkait soal ASN itu bentuknya rekomendasi yang disampaikan kepada Komisi ASN atau Kantor Inspektorat atau Badan Kepegawaian Daerah.

"Terkait kasus pengaduan dugaan politik uang di Desa Banyuirang itu masih dalam kajian dan sudah kami sampaikan prosesnya itu perlu waktu dua hari. Jika masih kurang ditambah tiga hari. Hari ini hingga pukul 24.00 Wita," kilahnya.

Hysam Kumkelo, dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, mengaku hasil kejadian Panwaslu Kabupaten Tanahlaut akan disampaikan secara tertulis.

"Kami ingin tahu perkembangan kasusnya dan hasilnya disampaikan secara tertulis," katanya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Argentina vs Nigeria Grup D Piala Dunia 2018 Malam Ini

Sebelumnya, Marsudi sempat sewot dengan sejumlah wartawan di Kabupaten Tanahlaut yang mengonfirmasi terkait tindak lanjut kasus dugaan politik uang di Desa Banyuirang.

Alasan Marsudi jika kasus yang ditangani Panwaslu Kabupaten Tanahlaut ditanyakan kepada wartawan salah alamat.

"Panwaslu tidak boleh menolak laporan atau pengaduan. Terkait hasilnya tidak dipublikasikan kalau terkait tindak pidana pemilu.

Kalau masih di Panwaslu kami hanya prosesnya saja yang diinformasikan, seperti pemanggilan pelapor, terlapor dan saksi ahli dan saksi fakta lainnya," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help