Pilkada Serentak 2018

Masih Ada Orang Tak Bertanggung Jawab Sebar Kampanye Hitam, Begini Sikap Tim Pemenangan

SEHARI menjelang pelaksanaan Pilkada 2018 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), banyak selebaran kampanye hitam

Masih Ada Orang Tak Bertanggung Jawab Sebar Kampanye Hitam, Begini Sikap Tim Pemenangan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - SEHARI menjelang pelaksanaan Pilkada 2018 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), banyak selebaran kampanye hitam disebar oleh orang tidak bertanggung jawab.

Ederan kampanye hitam yang diduga mencapai ratusan lembar hingga ribuan lembar itu disebar di pinggir jalan dan halaman rumah warga dari wilayah Kecamatan Kandangan hingga ke wilayah Negara yang meliputi tiga kecamatan, Daha Selatan, Daha Utara dan Daha Barat.

Kertas edaran yang disebar dengan cara digulung dan dilemparkan ke jalan dan halaman itu menyudutkan salah satu pasangan calon yang mengikuti pilkada HSS 2018.

Baca: Sebelum Nyoblos ke TPS, Khofifah Indar Parawansa Ziarah ke Makam Suami dan Orangtuanya

Syaiful Rahman, Ketua Panwaslu HSS, mengaku pihaknya sudah menerima laporan dari pasangan calon Pilkada 2018 terkait kertas ederan kampanye hitam.

"Kita sudah menerima laporan dari paslon nomor urut dua terkait kertas edaran yang diduga kampanye hitam," ujarnya, Selasa, (26/6).

Pihaknya akan mempelajari dan memeriksa terkait laporan itu apakah ada unsur pelanggaran pidana atau pelanggaran administrasi. Kita akan berkoordinasi dengan tim Gakumdu terkait laporan itu. Akan kita tindaklanjuti laporan itu dengan melakukan pemeriksaan dan mencari pelaku penyebar selebaran tersebut,” tegasnya.

Baca: Pilkada Serentak 2018, Ini Syarat dan Cara Pencoblosan Surat Suara Dianggap Sah atau Tidak

Pihaknya telah mengimbau baik kepada masyarakat dan kepada paslon dalam masa tenang tidak melakukan kampanye dalam bentuk apapun, apalagi kampanye hitam.

Asyikin Noor, ketua tim pemenangan paslon nomor urut 2 (H Achmad Fikry-Syamsury Arsyad), menyatakan sudah menginstruksikan kepada para relawan Sehati plus cinta HSS agar tidak terpancing dan terprovokasi dengan beredarnya selebaran itu.

"Kita mengetahui adanya selebaran itu pada Selasa, (26/6) dinihari. Isinya menyudutkan pasangan calon nomor dua dan itu sudah termasuk dalam kampanye hitam," ujarnya.

Baca: Pilkada Serentak PPDB Online Tutup, Lanjut Hari Kamis (28/6/2018)

Anehnya lagi, sebut Asyikin, surat edaran itu mengatasnamakan dan ada foto dari pasangan calon nomor urut dua. Padahal, timnya tidak pernah membuat selebaran itu.

"Tim kita tidak ada membuat selebaran itu. Untuk itu kita berharap, percaya dan menyerahkan masalah ini kepada Panwaslu, kepolisian dan pihak terkait untuk mengusut serta mencari pelaku penyebar kampanye hitam itu," ujarnya.

Pihaknya mengingatkan semua pihak termasuk para relawan paslon nomor dua dan warga HSS untuk sama-sama menjaga diri dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan.

"Mari kita jaga dan kita ciptakan suasana kondusif di Kabupaten HSS jelang pencoblosan, saat pelaksanan dan pasca pilkada HSS," tambahnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved