Perawat Muda Gunakan Hipnotis

Orang yang Dihipnotis Bisa Menolak, Namun Berhadapan dengan Natan, Percuma!

Perihal hipnoterapi atau hipnotis, ia menyadari kalau hal itu masih dianggap tabu oleh masyarakat.

Orang yang Dihipnotis Bisa Menolak, Namun Berhadapan dengan Natan, Percuma!
Istimewa
Pelatihan Hipnoterapi yang diadakan oleh Natan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Saat ini, hipnoterapi dan hinposis menjadi mata kuliah wajih di Universitas Indonesia dan UGM. Hal itulah yang disampaikan oleh Trainer Hipnoterapy, Natan.

Perihal hipnoterapi atau hipnotis, ia menyadari kalau hal itu masih dianggap tabu oleh masyarakat. Namun disampaikan olehnya hipnotis bermanfaat untuk penyembuhan. Sebagaimana ketika seseorang memiliki phobia. Maka bisa dihilangkan.

Pada dasarnya, hipnotis yang ia ajarkan kepada lebih seribu peserta didiknya merupakan hal positif.

Baca: Jadwal Live Hasil Hitung Cepat (Quick Count) Pilkada 2018 Jatim, Jabar, Jateng di TV One,Kompas TV

Dalam hipnotis, dikatakan Natan penolakan merupakan hak peserta ketika ia dihipnotis. Namun saat berhadapan dengan dirinya, ia tetap bisa masuk ke pikiran si pasien dan memberikan sugesti positif.

"Mereka juga bisa mengggunakan pembelajaran dari saya mengajarkan ke oranglain. Namun tinggal tergantung jam terbangnya," terang Pemilik Yayasan Hipnoteraphy Banjarmasin tersebut.

Baca: Pilkada Serentak 2018, Ini Syarat dan Cara Pencoblosan Surat Suara Dianggap Sah atau Tidak

Tambahnya, ada beberapa tingkatan dalam pembelajaran yang ia berikan. Pertama peserta harus memahami dan bisa tentang dasar hipnotis. Kemudian lebih mendalami hal tersebut dan terkahir mengarah kepada pengajar.

Menurut Natan, pada dasarnya ketika seseorang ingin mengajarkan kembali tentang apa yang mereka dapat. Maka ia harus memiliki kemampuan dalam mendidik.

Terlepas dari hal tersebut, dalam mensosialisasikan hipnotis sebagai penyembuhan dan hal positif lainnya kepada khalayak luas, Natan pun pernah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel. Kemudian dalam program itu ia mendatangi sekolah-sekolah untuk sosialisasi.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved