Berita HST

Pedagang Pasar Hanyar Barabai Desak Pemkab Segera Fungsikan Pasar Tradisional Modern, Ini Alasannya

Mereka meninggalkan toko, dengan alasan berjualan di dalam area pertokoan sepi dan memillih ikut berjualan di pasar penampungan.

Pedagang Pasar Hanyar Barabai Desak Pemkab Segera Fungsikan Pasar Tradisional Modern, Ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kondisi penampungan PKL pedagang buah dan sayur yang kini juga ditempati pedagang sembako, ikam kering dan ikan basah, Rabu (2762018). Lokasi penampungan pedagang tersebut menempati jalan akses masuk ke pasar Hanyar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Belum dipindahkannya pedagang buah, sayur dan ikan yang menempati tempat penampungan yaitu di jalan Pasar Hanyar, membuat pemilik toko yang meninggalkan tokonya di area Pertokoan Pasar Hanyar makin banyak. Mereka meninggalkan toko, dengan alasan berjualan di dalam area pertokoan sepi dan memillih ikut berjualan di pasar penampungan.

Pedagang yang menutup tokonya dan berjualan di lokasi penampungan tersebut kebanyakan pedagang sembako, pancarakenan, serta ikan kering. Menurut pedagang, sejak pedagang ikan basah dan ayam pindah berjualan ke penampungan sementara, toko mereka pun menjadi sepi. Dulu,  sambil beli ikan atau ayam, mereka membeli pancarakenan di toko sini yang dekat Blok pedagang ikan basah.

“Sekarang banyak yang pindah ke luar (penampungan), jadinya sepi. Lebih baik kami berjualan di luar juga,”ungkap salah satu pedagang pancarekenan kepada banjarmasinpost.co.id Rabu (27/6/2017). Tak hanya pemilik toko pencarakenan, salah satu pemilik toko obat yang tokonya terletak di depan dekat parkiranpun mengaku kena imbas dari belum dimasukkannya pedagang di penampungan ke bangunan baru Pasar Modern yang dibangun Pemkab HST 2017 lalu.

Baca: H Achmad Fikry-Syamsuri Arysad Unggul 65,86 Persen, Situng untuk Pilkada HSS Baru 25 Persen

Baca: Hasil Pilkada Tapin 2018 Versi Relawan: HM Arifin Arpan-H Syafrudin Noor Menang dari Kotak Kosong

“Terus terang saja, sudah beberapa bulan ini saya terpaksa menutup toko, karena sepi pembeli. Dulu ramai, karena untuk mencari berbagai kebutuhan, pengujung pasar mau tidak mau masuk areal pertokoan di Pasar Hanyar ini. Sekarang karena banyak yang berjualan di luar, dan mereka bisa berbelanja tanpa memarkir motornya. Jadinya pasar yang di dalam sepi. Ditambah lagi diberlakukan sistem parkir elektronik, menurut kami ikut mempengaruhi,”kata Hj Sarifah.

Pantauan BPost Rabu, pasca lebaran Idul Fitri jalan masuk akses pasar Hanyar yang jadi lokasi penampungan sementara,  kembali marak ditempati pedagang. Tak hanya pedagang yang direlokasi saat pembangunan pasar tradisional modern Murakata. Tapi juga pedagang lainnya yang dulu berjualan di dalam. Seperti pedagang ikan basah, hanya beberapa orang yang memilih bertahan di blok khusus ikan basah.

Para pedagang di pertokoan di dalam pasar Hanyar pun berharap Pemkab HST segera memfungsikan Pasar Tradisional Modern, yang secara fisik terlihat sudah selesai tersebut. “Kalau tidak ada lagi yang berjualan di luar area pasar, kemungkinan kondisi kembali normal seperti semula. Kami juga mita komitmen pemerintah, bahwa yang berjualan di pasar modern hanya pedagang sayur dan buah. Sebab jika di sana semua serba ada, matilah pertokoan di dalam area pasar Hanyar,”kata salah satu pemilik toko sembako.

Baca: Live Trans TV! Cara Nonton Live Streaming Korea Selatan vs Jerman di Grup F Piala Dunia 2018

Sementara itu, seperti dijelaskan Kepala DInas Peragangan, Yuserani beberapa waktu lalu, secara fisik Pasar Modern Murakata tersebut sudah selesai, tinggal membangun sistem saluran air yang di dalam kontrak pekerjaan 2017 lalu tak masuk dalam anggaran. Pembangunan saluran air itu baru dilaksanakan 2018 ini.

Plt Bupati HST HA Chairansyah pun berjanji, Agutus 2018, pedagang di penampungan segera dialihkan ke  pasar tradisional modern tersebut. Diakui, selama ditempati PKL di penampunag yang menggunakan badan jalan akses ke pasar Hanyar, kondisi pasar Barabai sangat kumuh. Namun, karena tak punya pilihan lokasi lain, hal tersebut terpaksa dilakukan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved