Tajuk

Cukup Sampai Masa Pencoblosan

Di Kalsel, ada 4 daerah yang melaksanakan Pilkada 2018 ini yakni Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Selatan, Tapin dan Tanahlaut.

Cukup Sampai Masa Pencoblosan
banjarmasinpost.co.id
Pasangan Arifin Arpan dan 

MASA pencoblosan telah selesai dilaksanakan dalam rangkaian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada 2018), Rabu (27/6).

Di Kalimantan Selatan (Kalsel), ada empat daerah yang melaksanakan Pilkada pada 2018 ini yakni Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin dan Tanahlaut.

Berdasarkan Daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada, di empat kabupaten kota terbanyak jumlah pemilihnya di Kabupaten Tanahlaut yakni 227.453, disusul Tabalong sebanyak 163.072, Hulu Sungai Selatan sebanyak 162.674, dan Tapin sebanyak 128.608.

Keriuhan Pilkada di daerah memang tak seperti di kota besar atau tingkat provinsi. Bahkan, aroma panasnya tak seperti Pilkada DKI Jakarta atau provinsi lainnya yang sangat panas.

Namun, apapun hasilnya, semua pihak harus menerima secara legowo hasil Pilkada 2018. Itulah suara rakyat. Selama gelaran Pilkada, friksi bisa saja terjadi. Tapi pascapesta demokrasi itu, seluruh pihak hendaknya kembali merapatkan barisan demi masa depan bersama. Sudah seharusnya, pihak yang kalah dan menang bersama-sama saling membantu untuk kemajuan daerah. Persiangan cukup sampai pada masa pilkada.
Kalaupun ada permasalahan, silakan diselesaikan secara bermartabat dan taat hukum melalui mekanisme dan proses yang ada semisal Bawaslu ataupun pengadilan Mahkamah Konstitusi (MK). Jangan sampai berujung pada pengerahan massa.

Selama ini, sejak Pilpres 2014, masyarakat Indonesia sudah seperti terpisah. Setelah Pilpres berakhir, masih ada friksi antara kedua pendukung calon. Bahkan, di pusat DKI Jakarta, friksi itu seolah kian menguat.

Jika kondisi ini juga terjadi sampai ke tingkat daerah, pesta demokrasi yang tujuannya untuk memilih pemimpin terbaik bangsa, malah menjadi ajang mencerai-beraikan persatuan dan kesatuan bangsa.

Apalagi, Pengamat Politik FISIP ULM Budi Suryadi juga menyebut, keempat kabupaten yang menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) memiliki potensi kerawanan friksi. Yang membedakannya hanya tinggi rendahnya potensi.

Jika diurutkan, potensi kerawanan friksi yang tinggi adalah Kabupaten Tabalong disusul Tanahlaut, Tapin dan terakhir Hulu Sungai Selatan. Tabalong memang sejak awal pendaftaran sudah menunjukkan ada friksi antarcalon yang sepertinya berposisi agak berseberangan.

Solusinya terutama sekali kenetralan KPU, Panwas dan Pjs Bupati. Ini sangat penting karena sedikit saja mereka menunjukkan ketidaknetralan akan menjadi embrio friksi yang bisa meledak kapan pun. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved