Bertakwa

DPPKB HSU Punya Program Curhat pada Teman Sebaya

Pada tahun 2013 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sempat berada diposisi teratas dalam tingginya angka pernikahan dini di Kalimantan Selatan,

DPPKB HSU Punya Program Curhat pada Teman Sebaya
pemkab HSU
Para remaja ini diberikan penyuluhan bagaimana memberikan solusi terbaik bagi seluruh remaja yang ingin melakukan konsultasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pada tahun 2013 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sempat berada diposisi teratas dalam tingginya angka pernikahan dini di Kalimantan Selatan, namun saat ini berhasil mengentaskan diri dari dari lima besar kabupaten tertinggi tingkat pernikahan dini.

Lalu apa program jitu yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) HSU.

Salahsatunya adalah dengan mengikutsertakan remaja dalam sosialisasi kepada rekan sebayanya. Selain dapat menurunkan angka pernikahan dini remaja juga dapat membentuk komunitas yang dapat menyelesaikan permasalahan pribadi baik tentang keluarga, lingkungan pertemanan ataupun masalah sekolah dan perkuliahan. Melalui program Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja.

PIK Remaja yang berkesempatan untuk memberikan nasehat kepada teman sebaya juga diberikan pelatihan oleh DPPKB. Seperti yang dilaksankan di Kantor DPPKB dengan mengikutsertakan karang taruna desa dan anggota PIK di seluruh kecamatan.

Para remaja ini diberikan penyuluhan bagaimana memberikan solusi terbaik bagi seluruh remaja yang ingin melakukan konsultasi. Seperti yang disampaikan Indah salah satu remaja yang merupakan anggota kelompok karang taruna.

Permasalahan yang biasanya dihadapi remaja adalah masuk pada lingkungan yang memang sudah biasa dengan pernikahan dini. Dari keluarga besar baik paman atau bibi bahkan orangtua mereka juga melakukan menikah dini meskipun telah memasuki usia remaja. Namun jika ingin menyelesaikan kuliah dan melanjutkan bekerja sudah dinilai terlambat menikah.

“Biasanya kalau selesai kuliah tepat waktu saja sudah di usia 22 atau 23, ditambah lagi dengan mencari pekerjaan bagi sebagian orangtau perempuan belum menikah diusia diatas 20 tahun sudah membuat khawatir, sangat disayangkan jika ada orangtua yang melarang anaknya kuliah karena takut terlambat menikah. dan kami berusaha memberikan pengertian bagaimana cara memberi pengertian kepada orangtua bahwa menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pekerjaan juga bisa beriringan dengan berkeluarga jika memang sudah mendapatkan pasangan yang tepat,” ungkapnya.

Sosialisasi dilakukan untuk terus memberikan dukungan kepada kader PIK untuk terus semangat peduli dengan kondisi remaja di lingkungan tempat tinggal.
Sosialisasi dilakukan untuk terus memberikan dukungan kepada kader PIK untuk terus semangat peduli dengan kondisi remaja di lingkungan tempat tinggal. (pemkab HSU)

Plt Kepala DPPKB sekaligus Ketua TP PKK HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid MAP mengatakan sosialisasi dilakukan untuk terus memberikan dukungan kepada kader PIK untuk terus semangat peduli dengan kondisi remaja di lingkungan tempat tinggal. Mereka juga diberikan penyuluhan bagaimana menyikapi suatu masalah dan menyesuaikan dengan kondisinya.

“Dengan menunjukkan prestasi remaja maka remaja lain akan terinspirasi agar bisa terus semangat dalam menempuh pendidikan, terlebih bagi remaja yang jauh dari perkotaan,” ungkapnya.

Para anggota PIK telah dibekali dengan ilmu psikologi dasar sehingga bisa memberikan pilihan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh remaja yang berkonsultasi. Genre dan PIK memiliki peran penting karena sebagai wadah bagi remaja dengan konsep dari remaja untuk remaja. Perencanaan keluarga bagi remaja sangat penting, sosialisasi yang disampaikan oleh remaja seumuran juga terbukti ampuh.

Program Genre dan PIK juga dapat menghindarkan remaja dari narkoba, seks pranikah dan HIV Aids. Melalui program PIK remaja juga dikenalkan dengan pendidik dan konseling sebaya. Mengingat banyak remaja yang enggan untuk menceritakan persoalan pribadi kepada orang yang lebih tua dan lebih memilih untuk menceritakannya kepada remaja sebaya. (aol)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help