Tajuk

Banjir Saat Terpilih Pemimpin

Terlepas fenoma hujan dan banjir, Kalsel ini memasuki musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Banjir Saat Terpilih Pemimpin
DIDIK/KOLASE BPOST ONLINE
H Achmad Fikry, H Anang Syakhfiani, HM Arifin Arpan dan Sukamta. 

KAMIS (28/6) sekitar pukul 14.00 Wita, Jalan Nasional di Desa Sekapuk Kecamatan Batulicin, Tanahbumbu kembali dilanda banjir. Meski sudah menjadi langganan banjir, banjir kali ini terbilang istimewa karena terjadi di momen musim pilkada. Berkaca dari tahun sebelumnya, musim hujan terjadi pada akhir Agustus atau awal September. Namun kali ini, belum lagi habis Juni 2018, hujan sudah melanda sejumlah kabupaten dan kota di Bumi Lambung Mangkurat. Memang di luar kewajaran. Tapi itulah fenomena alam yang terjadi menurut kehendak-Nya.

Terlepas fenoma hujan dan banjir, Kalsel ini memasuki musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dari 13 kabupaten/kota yang ada di Bumi Lambung Mangkurat, empat di antaranya menggelar Pilkada yakni Tanahlaut, Tapin, Tabalong dan Hulu Sungai Selatan (HSS). Dari berbagai perhitungan cepat di HSS, pasangan H Achmad Fikry-Syamsuri Arsyad mendapatkan 65,49 persen dengan jumlah suara 78.345 pemilih hingga dipastikan kembali memimpin Bumi Antaludin.

Di Tabalong, Petahana H Anang Syakhfiani-H Mawardi juga dipastikan kembali bertahta setelah unggul dengan 13.789 suara atau 33, 31 persen.

Di Tanahlaut, mantan Wakil Bupati Sukamta berpasangan dengan Abdirahman sudah mengklaim kemenangan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanahlaut periode 2018-2023 dengan raihan sebesar 62 persen suara.

Sementara di Tapin, KPU setempat telah rampung menghitung surat suara yang masuk terhadap calon tunggal, paslon HM Arifin Arpan-H Syafrudin Noor yang memperoleh 80.87 persen (85.830). Sedangkan kotak kosong memperoleh 19,13 persen (20.299).

Empat dari tiga pemimpin daerah Banua ini tidak lain adalah Pertahana yang ingin kembali membangun daerahnya agar lebih baik dan berkemajuan untuk periode kali kedua. Sementara Sukamta yang merupakan mantan Wakil Bupati Tanahlaut juga tidak asing lagi untuk mengendalikan pemerintahan Bumi Tuntung Pandang.

Pengalaman, dedikasi dan ketulusan hati untuk memimpin Banua memang tertanam dari keempat pemimpin ini demi membuat daerahnya lebih maju, lebih berkembang, lebih berkarya hingga lebih berkualitas dari sebelumnya. Berkarya bersama masyarakat yang mengidamkan pemimpin yang adil, tegas dan berwibawa.

Semoga saja berkahan hujan yang melanda Kalsel dan sekitarnya pada umumnya, bisa menjadi berkah dan limpahan Rahmat Sang Pencipta bagi masyarakat Banua untuk membangun dan menciptakan daerah berkemajuan yang lebih baik dan lebih berkualitas.

Dan satu pelajaran berharga dari musibah banjir ini dan selalu digembar-gemborkan ketika datang melanda. Betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup daerah sekitar.

Areal hijau yang selama ini dipandang sebagai daerah resapan dibuat tak berdaya dan dibabat habis untuk kepentingan segelintir orang. Tambang merajalela, kesejahteraan rakyat terabaikan begitu saja.

Pemimpin baru, siapa pun dia, hendaknya bisa memikirkan kepentingan masyarakat yang sudah lama dihantui bencana alam banjir. Banjir di Satui Tanahbumbu dan daerah pesisir umumnya adalah contoh dari dampak akibat keserakahan itu. Semoga, pemimpin terpilih bisa mengatasi permasalahan ini dengan cepat dan bijaksana. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved