Pilkada Serentak 2018

Mengejutkan! Masih Dalam Tahanan KPK, Calon Bupati Ini Menang Meyakinkan Pilkada di Daerahnya

80,82 persen tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Tulungagung, Syahri-Maryoto unggul dengan persentase 59,8 persen atas lawannya

Mengejutkan! Masih Dalam Tahanan KPK, Calon Bupati Ini Menang Meyakinkan Pilkada di Daerahnya
Kompas.com
Perolehan suara sementara Pilkada Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, di aplikasi KPU Tulungagung berdasarkan penghitungan suara (real count) yang dilakukan KPU Tulungagung, Rabu (27/6/2018) saat data masuk 80.82 persen TPS, untuk sementara pasangan calon nomor urut dua unggul. (KOMPAS.com/ICHA RASTIKA) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sangat mengejutkan! Calon kepala daerah yang senyatanya berada dalam tahanan KPK, malam menang dalam pilkada.

Itulah yang terjadi pada Syahri Mulyo.

Calon Bupati Tulungagung itu saat ini ditahan KPK atas dugaan korupsi.

Syahri Mulyo yang merupakan petahana berpasangan dengan Maryoto Bhirowo (Sahto) unggul atas pesaingnya, Margiono-Eko Prisdianto (Mardiko) dalam real count KPU Tulungagung.

Baca: Prediksi Skor Prancis vs Argentina di Babak 16 Besar Piala Dunia 2018 Versi Isnan Ali

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans TV Babak 16 Besar Piala Dunia 2018 : Dibuka Prancis vs Argentina

Baca: Hasil Latihan Bebas 1 (FP 1) MotoGP Belanda 2018 di Sirkuit Assen : Marquez Tercepat

Berdasarkan data masuk dari 80,82 persen tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Tulungagung, Syahri-Maryoto unggul dengan persentase 59,8 persen atas lawannya, Margiono dan Eko yang meraih 40,2 persen.

"Masih (hasil perhitungan) sementara. Tapi itu riil," kata Ketua KPU Tulungagung, Suprihno, dikonfirmasi di sela pemantauan hasil rekapitulasi tingkat TPS-TPS di Tulungagung, Rabu.

Potensi kemenangan itu sudah disambut sukaria oleh para pendukung Sahto.
Namun, hasil Pilkada Tulungagung ini mengejutkan pihak lain karena Syahri saat ini tengah mendekam di tahanan KPK sejak dua pekan lalu karena terjerat kasus korupsi.

Sebelumnya, sekitar pukul 16.45 WIB, Syahri-Maryoto yang merupakan pasangan calon nomor urut 2 yang diusung PDI-P dan Partai Nasdem unggul dengan raihan suara mencapai 61,1 persen.

Sementara itu, kubu lawan politiknya yang membawa tagline "Membawa Tulungagung yang Lebih Baik" mendapat dukungan 39,9 persen.

Namun, total data masuk dalam real count yang di-"publish" KPU via aplikasi android itu baru mencapai 12,93 persen.

"Data real count ini di-'update' langsung oleh masing-masing KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) melalui aplikasi android, sehingga perkembangan dari jam ke jam bisa diakses langsung oleh publik," tutur Suprihno.

Kendati sesuai hasil penghitungan lapangan di tingkat KPPS-KPPS, Suprihno mengatakan data penghitungan itu bukan hasil rekapitulasi resmi.
"(Rekapitulasi) resminya nanti berdasar rekap C-1 yang akan dikumpulkan bertahap mulai dari KPPS, PPK, hingga rekapitulasi menyeluruh tingkat kabupaen melalui sidang pleno penetapan hasil rekapitulasi suara pilkada," ucapnya.
Hampir sama dengan real count KPU, Desk Pilkada Pemkab Tulungagung juga merekap kemenangan pasangan calon petahana Sahto atas Mardiko dengan 61,73 persen banding 38.27 persen. (*)

Dikutip dari Kompas.com dengan judul: Ditahan KPK, Petahana Syahri Mulyo Unggul di Pilkada Tulungagung

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved