Berita Banjarmasin

Stok Darah di UTD PMI Kota Banjarmasin Mulai Merangkak Naik Usai Lebaran, Namun Belum Normal

Persediaan stok kantong darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Banjarmasin mulai merangkak naik

Stok Darah di UTD PMI Kota Banjarmasin Mulai Merangkak Naik Usai Lebaran, Namun Belum Normal
Banjarmasinpost.co.id/Nurus Syobah
Beberapa calon pendonor terlihat duduk di kursi, menunggu giliran untuk mendonorkan darah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Persediaan stok kantong darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Banjarmasin mulai merangkak naik, namun belum normal, Jumat (29/6/2018).

Beberapa calon pendonor terlihat duduk di kursi, menunggu giliran untuk mendonorkan darah.

Satu di antara pendonor, Lantur Bazuki (48) mengaku bahwa ia sudah sering menjadi pendonor rutin di UTD PMI Kota Banjarmasin.

"Saya sudah sering mendonorkan darah, bahkan sejak saya masih bujangan," ujarnya pada BPost Jumat siang.

Ada keuntungan tersendiri bagi pendonor ketika ia mendonorkan darahnya. Selain menjaga kesehatan melalui donor, apabila ada penyakit maka akan terdeteksi ketika screaning.

Baca: Hasil Perempat Final Malaysia Open 2018 - Marcus/Kevin dan Tontowi/Liliyana Tersingkir

Plh Kabag Pelayanan Darah UTD PMI Kota Banjarmasin, Dr Budi Irawan, mengungkapkan bahwa sudah mulai terjadi kenaikan jumlah pendonor seusai lebaran, namun jumlahnya belum banyak seperti biasanya.

"Kemarin saat H+7 lebaran, stok darah sempat kosong sehingga setiap orang harus membawa pendonor keluarga. Lalu, sejak H+14 mulai ada stok darah, tapi belum ideal," paparnya.

Stok darah yang tersedia di UTD PMI Kota Banjarmasin berkisar 200-215 kantong. Sedangkan pada kondisi normal, persediaan minimal 400 kantong.

Dalam sehari, sudah terdata sekitar 30 pendonor sukarela yang datang ke UTD, dan sisanya adalah pendonor keluarga. Namun jika stok darah sudah stabil, pendonor keluarga akan berkurang dan bahkan tidak ada.

Baca: Heboh! Buaya Sepanjang 2 Meter Ditangkap Warga Komplek Semanda Jalan Pramuka Banjarmasin

Kategori pendonor terbagi atas dua, yaitu pendonor keluarga dan pendonor sukarela. Pendonor keluarga atau pengganti adalah pendonor dari keluarga atau kerabat pasien. Sedangkan donor sukarela adalah pendonor yang memberikan darahnya atas kerelaan mereka sendiri dan tidak menerima uang atau bentuk pembayaran lainnya.

Tidak semua kantong darah yang di donorkan bisa diterima dan didistribusikan keluar. Pada proses screaning darah, Budi mengatakan bisa saja ada darah yang mengalami reaktif, yakni terbaca ada gen penyakit di dalamnya, sehingga dilakukan pemusnahan.

"Kadang banyak sekali yang menyalahgunakan fungsi dari donor darah, sebagian dari mereka hanya ingin mengecek kesehatan mereka lewat donor darah ini," ucap Budi.

Terlepas dari hal itu, ia pun menjelaskan bahwa pendonor juga memiliki standar. Mereka yang tidak memenuhi syarat, tidak bisa mendonorkan darahnya. (Banjarmasinpost.co.id/Nurus Syobah)

Penulis: Nurur Syobah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help