Berita Kotabaru

Tim Autopsi Bongkar Makam Yusuf, Wartawan yang Meninggal Dunia di Lapas Kotabaru

Sepekan lebih setelah dimakamkan, makam Muhammad Yusuf (43) wartawan sebuah media online yang diduga meninggal

Tim Autopsi Bongkar Makam Yusuf, Wartawan yang Meninggal Dunia di Lapas Kotabaru
Istimewa
Prosesi saat pembongkaran makan M Yusuf untuk pelaksanaan autopsi. (ist) 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Sepekan lebih setelah dimakamkan, makam Muhammad Yusuf (43) wartawan sebuah media online yang diduga meninggal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2B dan sempat membuat gempar banyak kalangan dilakukan pembongkaran.

Pembongkaran makam Yusuf dilakukan gabungan terdiri dari kedokteran kesehatan Polda Kalsel, dokter rumah sakit ulin, serta dari pengamat independen dari Universitas Hasanuddin yang ditunjuk langsung pengacara almarhum.

Hal itu dikemukakan Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK MH, selama proses penggalian kubur hingga pelaksanaan autopsi yang berlangsung di lokasi makam.

Baca: Hasil Perempat Final Malaysia Open 2018 - Marcus/Kevin dan Tontowi/Liliyana Tersingkir

"Alhamdulillah pelaksanaan autopsi berlangsung lancar dan aman," kata Suhasto kepada sejumlah awal media, Jumat (29/6/2018).

Hanya Suhasto tidak bisa menjelaskan secara detail terkait pelaksanaan autopsi. Namun, disarankan agar awak media menanyakan langsung ke dokter yang melaksanakan autopsi saat itu.

"Silakan rekan-rekan media kalau ada yang mau ditanyakan," seru Suhasto kepada awak media.

Sementara itu, dr Iwan Alfanie Mkes, Sp.F SH mengatakan kegiatan eksomasi atau gali kubur atau bongkar makam kemudian dilakukan autopsi di tempat adalah langkah awal yang disebut rangkaiam eksomasi.

Menurut Iwan, rangkaiam eksomasi tetap melakukan bedah jenazah, seperti layaknya dilakukan untuk mencari sebab kematian Yusuf.

Baca: Hasil Latihan Bebas 1 (FP 1) MotoGP Belanda 2018 di Sirkuit Assen : Marquez Tercepat

"Sampai saat ini sebab kematian pasti tentunya belum kami dapatkan karena harus melakukan pemeriksaan lanjutan. Yaitu pemeriksaan hitopatologi, terutama patologi anatomi untuk membuktikan jaringan-jaringan itu ada atau tidaknya racun di dalam tubuh," jelas Iwan.

Tambah Iwan, karena mengambil jaringam atau organ-organ sebagian untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi dan toksikologi.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved