Hujan Deras Padahal Sudah Masuk Musim Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

Sebagian warga di Kalsel masih bertanya-tanya mengapa masih ada hujan di musim kemaru. Sebab sebelumnya sudah dinyatakan

Hujan Deras Padahal Sudah Masuk Musim Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
Istimewa
(Ilustrasi) Tanah longsor menutup badan jalan, akses Kotabaru-Berangas. Akibat hujan terus menerus mengguyur setiap hari wilayah Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN, - Sebagian warga di Kalsel masih bertanya-tanya mengapa masih ada hujan di musim kemaru. Sebab sebelumnya sudah dinyatakan masuk dalam musim kemarau.

"Ini kan sudah musim kemarau ya kenapa ya kok masih ada hujan," tanya Sodik ke Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (30/6/2018).

Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Kalsel, Yosep Prasetya menjelaskan bahwa hujan diprakirakan masih akan trjadi sampai besok karena pengaruh fenomena skala regional Madden Julian Oscilation (MJO).

"MJo dan pemusatan massa udara di selat Makasar.. Kalau ada update lagi akan sgera di beritaukan. Sekarang masih musim kemarau di wilayah kalsel kecuali daerah pulau laut kabupate. Kotabaru. Musim hujan Kalsel normalnya diprakirakan sampai bulan pertengahan oktober. Sedangkan untuk kepastian akhir musim kemarau / awal musim hujan masih akan di rapatkan bersama-sama dengan BMKG pusat akhir bulan Juli 2018, " kata Yoseph.

Sementara, BMKG Kalsel sebelumnya sudah mengingatkan melalui siaran pers nya bahwa akan tetjasi potensi hujan meningkat dan perlu diwaspadai longsor dan Banjir di beberapa wilayah Indonesia dari tanggal 26 sampai demgan 29 Juni 2018.

Dimana Kejadian cuaca ekstrem di beberapa daerah seperti banjir bandang di Banyuwangi, banjir di Sulawesi Tenggara dan DKI Jakarta serta longsor di Bogor pada saat musim kemarau menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi, Drs. Mulyono R. Prabowo, M.Sc dalam rilisnya menjelaskan,"Pada saat musim kemarau, hujan dapat dimungkinkan terjadi jika kondisi atmosfer terpenuhi antara lain supplay uap airnya, kelembapan udara yang relatif masih tinggi dan sebagainya.

Kondisi cuaca signifikan beberapa hari ini di sejumlah wilayah, selain pengaruh dinamika cuaca lokal, meningkatnya aktivitas cuaca juga didukung oleh indikasi aktifnya aliran massa udara basah.

Kondisi inilebih dikenal dengan fenomena skala regional Madden Julian Oscilation (MJO) atau fenomena gelombang atmosfer tropis yang merambat ke arah Timur dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera yang masuk ke wil Indonesia bagian Barat dan Tengah.

Kondisi ini juga berkaitan dengan berkembangnya daerah pusaran angin di sekitar wilayah Samudera Hindia Barat Sumatra dan Selat Makassar yang memicu pemusatan massa udara.

Daerah belokan/perlambatan angin dan jalur pertemuan angin (konvergensi) serta dorongan massa udara kering dari wilayah Selatan yang dapat memicu pertumbuhan awan yang signifikan," tambah Prabowo.
Kejadian ini juga berpwngaruh di Kalsel.
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved