Berita Hulu Sungai Utara

Waduh, Dana KSA Banyak Digunakan Warga Mampu, Dinkes HSU Lakukan Kebijakan Ini

Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sempat melakukan pengurangan anggaran pada Dana Kartu Sehat Amuntai (KSA)

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sempat melakukan pengurangan anggaran pada Dana Kartu Sehat Amuntai (KSA), program KSA dipersiapkan bagi warga kurang mampu.

Keunggulan KSA adalah bisa aktif digunakan bersamaan dengan hari pembuatan, berbeda dengab BPJS yang memerlukan waktu 15 hari untuk bisa digunakan setelah pendaftaran.

Sayangnya setelah dilakukan evaluasi ternyata program ini justru banyak digunakan oleh warga mampu karena syaratnya hanya Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Baca: Kini Pembuatan Kartu Kuning untuk Pencari Kerja Bisa Lewat Online, Simak Caranya di Sini

KSA berlaku selama satu tahun, dan jika habis masa berlaku bisa dilakukan perpanjangan.

Karena dinilai tidak tepat sasaran Dinas Kesehatan melakukan pengurangan anggaran pada tahun 2018 dimana tahun sebelumnya program KSA dianggarkan Rp 10 miliar pada tahun ini menjadi Rp 1 miliar.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Agus Fidliansyah, pengurangan dana KSA bukan berarti tidak memfasilitasi warga kurang mampu.

Baca: Miris, Fenomena Bowo Tik Tok Viral, Ada yang Rela Jual Ginjal Demi Beli Tiket Meet & Great

Dinas Kesehatan saat ini mengalihkan anggaran ke BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI), pemindahan peserta kesehatan ini dilakukan secara bertahap.

Bekerjasama dengan aparat desa dan Dinas Sosial. Melalui beberapa tahapan dan syarat yang harus dipenuhi.

"Salah satunya dinyatakan warga tidak mampu oleh kepala desa melalui surat keterangan dan termasuk dalam daftar warga kurang mampu yang telah didata oleh Dinas Sosial pada program lain," ungkapnya.

Dengan mengurangi pendanaan untuk program KSA, Dinas Kesehatan menambah anggaran di program BPJS PBI yang juga digunakan untuk warga kurang mampu.

Baca: Heboh Pemukulan Sopir Taksi Online di Bandara Syamsudin Noor Disebut Hoax, Ini Fakta Sebenarnya

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help