Pulaulaut Timur Terendam

Banjir Kotabaru Berada Dalam Level Tiga, BPBD Kalsel Sebut Masih Tanggungjawab Pemkab

PENANGANAN korban banjir menjadi perhatian semua pihak, tidak terkecuali Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel.

Banjir Kotabaru Berada Dalam Level Tiga, BPBD Kalsel Sebut Masih Tanggungjawab Pemkab
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - PENANGANAN korban banjir menjadi perhatian semua pihak, tidak terkecuali Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel.

“Untuk korban banjir di Kotabaru masih belum ada tembusan,” kata Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin, Sabtu (30/6).

Wahyudin mengatakan, banjir yang terjadi di Kotabaru berada dalam level tiga.

“Bantuan untuk para korban banjir masih menjadi tanggung jawab Pemkab Kotabaru,” ujarnya.

Baca: Jadi Pemandangan Biasa Buaya Raksasa Berseliweran di Sungai Sekitar Rumah Warga di Kotim

Sedangkan banjir di Tanahbumbu, kata Wahyudin, sudah dinaikkan statusnya menjadi tanggap darurat.

“Karena statusnya tanggap darurat, segala bantuan biaya dihandel oleh pihak kabupaten. Biasanya status tanggap darurat itu selama 14 hari dan korban biasanya mendapatkan bantuan dari dana tidak terduga," ujarnya.

Menurut Wahyudin, bantuannya bukan berupa sembako, tapi berupa makanan siap saji.

Baca: Usai Ayu Ting Ting, Giliran Syahrini Bintangi Film Bodyguard Ugal-Ugalan, Begini Janji Incess

Ini agar para korban bisa bertahap hidup.

“Cuma warga di sana inginnya sembako. Nah ini yang tak bisa. Kalau sembako artinya warga masih bisa masak. Bantuan harusnya dikoordinasi di dapur umum dan disediakan makan siap saji," ujarnya.

Wahyudin mengatakan hasil rapat bersama tim dan koramil setempat diputuskan yang dibantu adalah mereka yang mengungsi.

Baca: Catatan Kegagalan 4 Kali Lionel Messi di Piala Dunia, Dimulai Sejak di Jerman 2006

“Kepala desa menginformasikan korban banjir mengungsi di empat titik. Untuk dapur umum, atas pertimbangan bisa membuat dapur umum di desanya masing masing," ujarnya.

Laporan dari tim, kata Wahyudin, jumlah korban banjir sebanyak 12 ribu.

Mereka berasal dari delapan desa.

"Tapi data itu belum diverifikasi ulang, sebab ada rumah warga yang hanya halamannya saja yang terendam,. Belum lagi laporan intensitas air sudah turun 20 sentimeter, meskipun tadi pagi hujan," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help