Teror Buaya Sungai Mentaya

Jadi Pemandangan Biasa Buaya Raksasa Berseliweran di Sungai Sekitar Rumah Warga di Kotim

Disebut buaya muara, karena habitat buaya ini hidup dan berkembangnya memang di muara-muara sungai

Jadi Pemandangan Biasa Buaya Raksasa Berseliweran di Sungai Sekitar Rumah Warga di Kotim
dokumen
Buaya Ganas Sungai Mentaya ukurannya bisa mencapai belasan meter, salah satu buaya muara yang menghuni Sungai Katingan, Kalteng, yang berhasil di tangkap warga dalam keadaan mati. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT- Buaya muara atau yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan sebutan (Crocodylus Porosus) adalah jenis buaya terbesar di dunia yang sangat berbahaya.

Disebut buaya muara, karena habitat buaya ini hidup dan berkembangnya memang di muara-muara sungai yang selama ini juga dekat dengan permukiman warga seperti di Sungai Mentaya, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Baca: Ratusan Buaya Menghuni Pulau Hanaut dan Pulau Lepeh, Ada yang Ukuran Belasan Meter!

Keberadaan Buaya muara yang menghuni dua pulau yakni Pulau Hanaut dan Pulau Lepeh di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan ini, memang sudah ada sebelum ada permukiman warga di Samuda hingga ke Desa Bagendang hingga Teluk Sampit.

Baca: HASIL AKHIR - Uruguay vs Portugal Piala Dunia Skor 2-1, Ronaldo Susul Messi!

Buaya Ganas Sungai Mentaya ukurannya bisa mencapai belasan meter, salah satu buaya muara yang menghuni Sungai Katingan, Kalteng, yang berhasil di tangkap warga dalam keadaan mati. (Dokumentasi)

Bahkan sebut, Kepala Desa Pulau Hanaut, Ardiansyah, Sabtu (30/6/2018) selama mereka tinggal di bantaran Sungai Mentaya di Desa Pulau Hanaut, sudah menjadi pemandangan biasa ada buaya yang sering muncul di sungai sekitar rumah mereka.

"Saya sudah puluhan tahun tinggal di bantaran Sungai Mentaya sekitar Pulau Hanaut dan Pulau Lepeh ini, ketika memandang sungai memang sering melihat buaya muncul, dari ukuran kecil hingga belasan meter," ujarnya.

Baca: Sama-sama Terusir dari Piala Dunia 2018, Ini 5 Kesamaan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

"Yang jadi masalah itu,sejak beberapa tahun sekarang ini, buaya penghuni fua pulau itu hingga menyerang warga yang melakukan aktifitas di sungai.Banyak sudah warga yang diserang buaya ganas itu, dari yang bisa menyelamatkan diri hingga yang jasadnya hingga ga jelas sampai saat ini," ujarnya.

(www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help