Pulaulaut Timur Terendam

Kadinsos Kotabaru Akui Ada Keterlambatan Penyaluran Logistik Dikarenakan Ini

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kotabaru, Selamat Riadi, mengatakan dia sudah memerintahkan stafnya menyiapkan bantuan logistik

Kadinsos Kotabaru Akui Ada Keterlambatan Penyaluran Logistik Dikarenakan Ini
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kotabaru, Selamat Riadi, mengatakan dia sudah memerintahkan stafnya menyiapkan bantuan logistik bagi korban banjir di Sejakah.

“Besok bantuan logistik akan didistribusikan. Kami akan berikan kebutuhan jatah hidup (jadup) berupa mi instan, beras dan sarden,” ujarnya.

Selamat mengatakan memang ada keterlambatan penyaluran logistik dari dinas sosial, karena logistik yang akan disalurkan ke korban harus dibeli dulu.

Baca: Waduh, Korban Banjir di Pulaulaut Timur Hanya Mendapat Mi Instan dan Air Mineral

“Selain itu bantuan baru akan disalurkan setelah didapat jumlah korban dari sumber yang bisa dipercaya,” ujarnya.

Banjir yang terjadi Desa Sejakah, Kecamatan Pulaulaut Timur, Kabupaten Kotabaru, merupakan dampak dari badai Siklon Filipina.

Hujan terus menerus mengguyur wilayah Kotabaru selama sepekan.

Baca: Jadi Pemandangan Biasa Buaya Raksasa Berseliweran di Sungai Sekitar Rumah Warga di Kotim

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi.

Tanah longsor terjadi di jalan Padat Karya, Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulaulaut Utara.

Tanah longsor ini juga menutup seluruh badan jalan sepanjang sekitar 30 meter di jalan Raya Berangas, Desa Telukgosong, Kecamatan Pulaulaut Timur.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir dan tanah langsor tersebut.

Informasi terbaru didapat, banjir masih menggenangi Desa Sejakah, Kecamatan Pulaulaut Timur.

Baca: Usai Ayu Ting Ting, Giliran Syahrini Bintangi Film Bodyguard Ugal-Ugalan, Begini Janji Incess

Namun ketinggiannya sudah menurun. Sebelumnya, di titik tertentu, air setinggi leher orang dewasa, tapi sekarang tingginya tinggal sepinggang.

Kendati ada penurunan, akvitas warga masih terganggu.

Bahkan 12 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa memilih masih bertahan di rumah kerabat dan keluarga, sebagai tempat mengungsi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help