Pulaulaut Timur Terendam

NEWS ANALYSIS: Musim Hujan di Kalsel Diprakirakan Sampai Pertengahan Oktober

BERDASARKAN laporan harian BMKG Syamsuddin Noor, hujan diprakirakan masih akan terjadi.

NEWS ANALYSIS: Musim Hujan di Kalsel Diprakirakan Sampai Pertengahan Oktober
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - BERDASARKAN laporan harian BMKG Syamsuddin Noor, hujan diprakirakan masih akan terjadi.

Ini karena pengaruh fenomena skala regional Madden Julian Oscilation (MJO).

MJO adalah fenomena gelombang atmosfer tropis dan dipengaruhi pemusatan massa udara di Selat Makassar.

Hujan yang terjadi sekarang ini, termasuk di Kalimantan Selatan Bagian Selatan, masih dipengaruhi oleh MJO tersebut.

Sekarang, di wilayah Kalsel kecuali daerah Pulaulaut, Kabupaten Kotabaru, masih musim kemarau.

Baca: Jadi Pemandangan Biasa Buaya Raksasa Berseliweran di Sungai Sekitar Rumah Warga di Kotim

Musim hujan di Kalsel, normalnya diprakirakan sampai bulan pertengahan Oktober.

Sedangkan untuk kepastian akhir musim kemarau atau awal musim hujan masih akan dirapatkan bersama-sama dengan BMKG pusat akhir bulan Juli 2018.

Kami, melalui BMKG Kalsel, sudah mengingatkan sebelumnya bahwa akan terjadi potensi hujan meningkat dan perlu diwaspadai longsor dan banjir di beberapa wilayah Indonesia dari tanggal 26 sampai dengan 29 Juni 2018.

Baca: Sama-sama Terusir dari Piala Dunia 2018, Ini 5 Kesamaan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

Kondisi ini masih akan berpengaruh selama sepekan ke depan.

Kejadian cuaca ekstrem di beberapa daerah seperti banjir bandang di Banyuwangi, banjir di Sulawesi Tenggara dan DKI Jakarta serta longsor di Bogor pada saat musim kemarau menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat.

Saya, mengutip penjelasan Deputi Bidang Meteorologi, Drs Mulyono R Prabowo MSc, pada saat musim kemarau, hujan dapat dimungkinkan terjadi jika kondisi atmosfer terpenuhi antara lain supplay uap airnya, kelembapan udara yang relatif masih tinggi dan sebagainya.

Baca: Bak Syekh Puji, Pria 40 Tahun Ini Nikahi Gadis 11 Tahun yang Ternyata Teman Anaknya

Kondisi cuaca signifikan beberapa hari ini di sejumlah wilayah, selain pengaruh dinamika cuaca lokal, meningkatnya aktivitas cuaca juga didukung oleh indikasi aktifnya aliran massa udara basah, lebih dikenal dengan fenomena skala regional MJO atau fenomena gelombang atmosfer tropis yang merambat ke arah Timur dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera yang masuk ke wilayah Indonesia bagian Barat dan Tengah.

Kondisi ini juga berkaitan dengan berkembangnya daerah pusaran angin di sekitar wilayah Samudera Hindia Barat Sumatera dan Selat Makassar yang memicu pemusatan massa udara, daerah belokan/perlambatan angin dan jalur pertemuan angin (konvergensi) serta dorongan massa udara kering dari wilayah Selatan yang dapat memicu pertumbuhan awan yang signifikan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved