Ekonomi dan Bisnis

Pasca-Rencana Beri Sanksi Iran, Trump Malah Desak Raja Salman Naikkan Produksi Minyak

Harga minyak dunia terus mengalami kenaikan. Penyebabnya, sejumlah negara produsen minyak mengalami gejolak.

Pasca-Rencana Beri Sanksi Iran, Trump Malah Desak Raja Salman Naikkan Produksi Minyak
arabianbusiness.com
(Ilustrasi) Kilang minyak milik Aramco 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON DC - Harga minyak dunia terus mengalami kenaikan.

Penyebabnya, sejumlah negara produsen minyak mengalami gejolak.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian mendesak pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan secara tajam produksi minyaknya hingga dua juta barel per hari.

Dilansir BBC, Sabtu (30/6/2018), kenaikan produksi minyak diyakini dapat memerangi kenaikan biaya bahan bakar.

Baca: Hasil (Skor) Akhir Timnas U-19 Indonesia vs Laos Piala AFF U-19 2018 - Skor 1-0, Gol Witan Sulaiman!

Baca: Klasemen MotoGP 2018 Usai Marc Marquez Juara dan Valentino Rossi di Posisi 5 MotoGP Belanda 2018

Melalui kicauannya di Twitter, Trump menjelaskan jika Raja Salman menyetujui permintaannya agar menaikkan jumlah produksi minyak.

Trump mengatakan, langkah tersebut diperlukan untuk mengatasi gejolak dan disfungsi di Iran dan Venezuela.

"Baru saja berbicara dengan Raja Salman dari Arab Saudi dan menjelaskan kepadanya mengenai kekacauan dan disfungsi di Iran dan Venezuela," kicaunya.
"Saya meminta Arab Saudi meningkatkan produksi minyak, mungkin sampai 2.000.000 barel, untuk membuat perbedaan... Harga tinggi! Dia setuju!," imbuh Trump.

Sementara, organisasi negara pengekspor minyak bumi atau OPEC sepakat untuk meningkatkan output seperti yang dilakukan Rusia, namun ternyata gagal meyakinkan pasar.

Kantor berita Saudi mengonfirmasi, Trump dan Raja Salman telah bebricara melalui sambungan telepon.

Keduanya dilaporkan membhasa kebutuhan untuk menjaga stabilitas pasar minyak.
Namun, pernyataan dari kantor berita Saudi tidak menyebutkan bahwa pemerintah sepakat mengenai angka 2 juta barel per hari.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved