Pernikahan Ala Syekh Puji dan Lutfiana Ulfa Beresiko Penyakit Hingga Ancaman Meninggal Dunia

Malaysia yang berusia 40 tahun, menikahi bocah berusia 11 tahun mengingatkan kembali pada kisah Syekh Puji

Pernikahan Ala Syekh Puji dan Lutfiana Ulfa Beresiko Penyakit Hingga Ancaman Meninggal Dunia
via wartakota
Lutfiana Ulfa dan Syekh Puji. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kisah pria asal Malaysia yang berusia 40 tahun, menikahi bocah berusia 11 tahun mengingatkan kembali pada kisah Syekh Puji dan Lutfiana Ulfa.

Pria asal Malaysia ini menikahi bocah usia belasan tahun, seperti Syekh Puji yang menikahi Lutfiana Ulfa, 12 tahun di usianya ke 43 pada 2008 lalu.

Awalnya pria tersebut tak mengaku, namun bukti foto yang dibawa istrinya akhirnya membongkar kasus yang menghebohkan Malaysia ini.

Bocah berusia 11 tahun, bahkan dijadikan istri ketiga pria tersebut dan merupakan teman anaknya.

Baca: Bak Syekh Puji, Pria 40 Tahun Ini Nikahi Gadis 11 Tahun yang Ternyata Teman Anaknya

Baca: Heboh Syed Azmi Nikahi Bocah 11 Tahun Ingatkan Syekh Puji & Lutfiana Ulfa, Ini Kondisi Mereka Kini

Baca: Mirip Kasus Syekh Puji, Usai UN Bocah Lulusan SD Siap Menikahi Mantan TKI, Akhir Ceritanya Begini

Dilansir ntb.bkkbn.go.id, pernikahan usia dini rentan dengan berbagai penyakit.

Asteria Taruliasi Aritonang, Koordinator Gerakan Nasional Kesehatan Ibu dan Anak (GNKIA), Kementerian Kesehatan RI, menyebutkan bahwa resiko yang akan timbul akibat dari pernikahan dini adalah pada rentang usia tersebut dari segi kesiapan secara fisik, salah satunya rongga panggul belum siap menjadi ibu.

Lalu, kehamilan pada usia muda pun menyebabkan anemia dan tekanan darah tinggi.

Pada kehamilan di usia muda pun kerap dijumpai kelainan letak plasenta atau ari-ari dan lepasnya plasenta sebelum waktunya yang mengakibatkan perdarahan. Ini dapat mengancam jiwa ibu dan bayinya.

Dr.Cynthia menyatakan bahwa ada beberapa bahaya yang akan timbul dari pernikahan dini, yaitu :

1. Secara organ reproduksi belum siap untuk berhubungan atau mengandung, sehingga jika hamil berisiko mengalami tekanan darah tinggi (karena tubuhnya tidak kuat). Kondisi ini biasanya tidak terdeteksi pada tahap-tahap awal, tapi nantinya menyebabkan kejang-kejang, perdarahan bahkan kematian pada ibu atau bayinya.

Halaman
123
Penulis: Restudia
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help