Berita Hulu Sungai Utara

Unik, Posyandu Desa Jingah Bujur HSU Beri Hadiah Ini untuk Ibu yang Rajin Datang

Desa Jingah Bujur, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara, memiliki program yang kreatif untuk meningkatkan minat

Unik, Posyandu Desa Jingah Bujur HSU Beri Hadiah Ini untuk Ibu yang Rajin Datang
BANJARMASINPOST.co.id/reni kurnia wati
Posyandu Desa Jingah Bujur, HSU. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Desa Jingah Bujur, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara, memiliki program yang kreatif untuk meningkatkan minat warga menghadiri posyandu, mengingat masih cukup banyak warga yang enggan untuk menghadiri kegiatan yang dilakukan sebulan sekalis teesebut.

Padahal posyandu sangat penting untuk mengetahui kondisi dan tumbuh kembang anak.

Aparat Desa Jingah Bujur akhirnya memiliki gagasan untuk memberikan hadiah kepada warga yang aktif dalam mengikuti posyandu dengan memberlakukan absen.

Baca: Live Trans7! Link Live Streaming Trans 7 MotoGP Belanda 2018 di Sirkuit Assen Malam Ini

Baca: LIVE STREAMING Timnas U-19 Indonesia vs Laos Piala AFF U-19 2018 - Link Live Streaming Indosiar

Kepala Desa Jingah Bujur Khairullah mengatakan hadiah diberikan kepada warga yang daftar hadir dalam satu tahun penuh.

Hadiah hiburan seperti peralatan memasak terbukti ampuh untuk meningkatkan kehadiran posyandu.

"Semakin banyak yang hadir posyandu, meskipun niat awal hadir ke posyandu untuk bisa mendapatkan hadiah diakhir tahun namun kami yakin kesadaran posyandu bisa bertambah setelah rutin datang dan mengetahui banyaknya keuntungan yang didapat dengan mengikuti posyandu," ungkapnya.

Diakuinya di Desa Jingah Bujur memang masih ada kasus stunting, pertumbuhan anak tidak sesuai dengan usia.

Namun pihaknya yakin dengan terus membenahi pengetahuan orangtua mengenai gizi seimbang untuk anak akan bisa menekan bahkan mengentaskan Desa Jingah Bujur dengan stunting.

Untuk meningkatkan gizi anak pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dengan memberikan bibit tanaman baik sayur maupun buah buahan untuk ditanam warga dipekarangan rumah.

Seperti pepaya dan sayur kangkung, bantuan diberikan dalam bentuk tanaman yang telah disemai.

"Dengan bantuan tanaman mereka juga bisa sekaligus membudidayakannya, sehingga tidak langsung sekali makan habis melainkan bisa berkesinambungan asal warga rajin untuk memelihara tanaman tersebut.

Sania salah satu pengurus posyandu mengatakan anak stunting ternyata tidak hanya dari waega kurang mampu.

Ada saja yang mampu namun tidak memberikan jenis makanan yang tepat untuk anaknya.

"Ada yang setiap hari hanya makan nasi dan ayam goreng serta jajanan kemasan, dengan alasan anak yang tidak mau makan sayur dan buah karenanya kami juga mengajari membuat makanan olahan dari sayur dan ikan agar anak tetap berminat untuk memakannya," katanya. (BANJARMASINPOST.co.id/reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help