Berita Hulu Sungai Tengah

Desak Polres Tindak Judi di Aruh Adat, Ulama dan Tokoh Masyarakat HST Sampaikan Aspirasi ke DPRD

Sejumlah tokoh masyarakat, LSM serta Majelis Ulama Indonesia Cabang HST menyampaikan aspirasi ke Polres Hulu Sungai Tengah.

Desak Polres Tindak Judi di Aruh Adat, Ulama dan Tokoh Masyarakat HST Sampaikan Aspirasi ke DPRD
BANJARMASINPOSTGROUP/HANANI
Dialog┬átokoh masyarakat, ulama dan LSM/OKP dengan Kapolres HST di Aula Polres HST, Senin (2/7/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Sejumlah tokoh masyarakat, LSM serta Majelis Ulama Indonesia Cabang HST menyampaikan aspirasi ke Polres Hulu Sungai Tengah.

Mereka mendesak Polres HST agar menindak para pelaku perjudian yang menyusupi aruh adat di Desa Murung B Tarlaga, Kecamatan Hantakan Hulu Sungai Tengah, yang kembali diramaikan warga luar daerah.

M Husni Thamrin, tokoh Muhammadiyah atas nama masyarakat HST yang datang bersama para ulama dari MUI, antara lain Ketua MUI HST KH Wajihuddin, Ketua NU KH Nawawi Hasan, serta ulama lainnya, diterima langsung Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, Wakapolres Kompol Sarjaini serta jajaran Polresainnya.

Sedangkan dari LSM/OKPN antara lain GP Ansor, Banser, KNPI serta Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Cabang HST.

Baca: Live Trans TV! Tonton Live Streaming Brazil vs Meksiko di Piala Dunia 2018 dengan Cara Ini

Baca: Prediksi Skor Brasil vs Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2018 Versi Pelatih Futsal Smada Banjarmasin

Pada kesempatan itu, Husni Thamrin meminta agar Polres HST bersikap tegas terhadap para penjudi yang memanfaatkan aruh adat di desa tersebut.

"Kami meyakini kita semua menghargai dan tidak mempermasalahkan aruh adat yang dilaksanakan saudara kami di sana. Tapi kami meyakini masyarakat HST pada umumnya menolak segala jenis bentuk perjudian di Bumi Murakata. Kami yakin pihak kepolisian bisa menyelesaikan masalah ini," kata Husni Thamrin.

Husni Thamrin mengakui, sejak dua tahun terakhir tingkat perjudian di Balai adat tersebut menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya dimana terjadi permainan judi skala besar melibatkan tak hanya warga Kalsel, tapi juga Kalteng dan Kaltim.

Dialog tokoh masyarakat, ulama dan LSM/OKP dengan Kapolres HST di Aula Polres HST, Senin (2/7/2018).
Dialog tokoh masyarakat, ulama dan LSM/OKP dengan Kapolres HST di Aula Polres HST, Senin (2/7/2018). (BANJARMASINPOST.co.id/hanani)

"Tapi meskipun sudah menurun, tak boleh kita biarkan, karena bisa berkembang menjadi lebih besar lagi. "Informasi terakhir, sejak tadi malam (Minggu malam) ramai lagi, ada yang dari Kalteng masuk. Di sana ada 10 lapak," ungkapnya.

Sementara Itu ketua MUI HST KH Wajihudin dan Ketua NU HST KH Nawawi Hasan mengatakan, kompak mengatakan, perjudian tak hanya dilarang dalam agama, tapi juga dilarang dalam hukum negara, mengingat dampaknya yang merusak mental masyarakat.

"Kami para ulama dan tokoh masyarakat hanya bisa mendukung dan sangat berharap aparat kepolisian bisa menyelesaikan masalah ini. Kami yakin kepolisian bisa mengatasi masalah ini. Jangan ragu dan takut, kalau memang tindak pidana, tegakkan Perda dan aturan Undang Undang,"kata Nawawi.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved