Berita Kotabaru

Cuaca Ekstrem, Nelayan Pilih Tidak Melaut, Begini Kondisinya

Cuaca ekstrem, hujan deras disertai petir dan gelombang tinggi terjadi di perairan Pulau Sembilan, Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru

Cuaca Ekstrem, Nelayan Pilih Tidak Melaut, Begini Kondisinya
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Nelayan Pulau Sembilan istirahat melaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Cuaca ekstrem, hujan deras disertai petir dan gelombang tinggi terjadi di perairan Pulau Sembilan, Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru menjadi momok nelayan setempat.

Sudah hampir sebulan terlebih sepekan terakhir ini, ikan hasil tangkapan nelayan terus menurun drastis.

Selain itu hanya sebagian dari ratusan nelayan yang turun melaut.

Baca: Aneh, Nining Sunarsih Tak Bisa Berkata-kata Usai Ditemukan Kembali Setelah Hilang 1,5 Tahun Lalu

Sebagian besar nelayan memilih tidak melaut, khawatir hujan disertai petir dan gelombang besar akibat pancaroba terjadi menenggelamkan perahu mereka.

"Cuacanya tidak menentu. Nanti angin tenggara kencang, kadang-kadang ada angin barat. Sebentar melaut langsung pulang," kata Puaonti salah seorang nelayan kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (3/7/2018).

Baca: Viral, Banyaknya Video Tik Tok Mengandung Hal Negatif, Warganet Mempetisinya Agar Diblokir

Menurut Puaonti, tidak melautnya sebagian besar nelayan karena hasil tangkapan nelayan menurun drastis selama hampir sebulan, karena cuaca ekstrem terjadi siang dan malam.

"Nelayan pergi melaut hasilnya juga tidak seberapa," ungkap Puaonti melalui telepon selularnya.

Selain nelayan lokal mengalami paceklik, sementara tidak ada pekerjaan sampingan.

Baca: Jadwal Pendaftaran CPNS 2018, BKN Persiapkan Situs Pendaftaran di Link Ini

Hal serupa juga dialami nelayan pengumpul ikan dari Kotabaru dan Tanahbumbu.

Mereka harus menunggu lama mengumpulkan ikan hasil tangkapan dibeli dari nelayan lokal Pulau Sembilan, untuk dibawa ke Kotabaru atau ke Tanahbumbu.

Tidak sedikit kerugian dialami nelayan pengumpul. Pasalnya harga ikan dijual jauh lebih murah dari modal dikeluarkan karena kondisi ikan yang kurang segar.

"Ikan jadi kurang segar karena berhari-hari di es. Sebab menunggu ikan dibeli dari nelayan terkumpul baru di bawa ke kota," tandas Puaonti.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

 

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved