B Focus Economic

Ini Impian Para Pelaku UMKM, Pajang Produk di Toko Ritel Modern

Bisa menjual produknya di toko ritel modern menjadi salah satu impian sebagian pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)

Ini Impian Para Pelaku UMKM, Pajang Produk di Toko Ritel Modern
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bisa menjual produknya di toko ritel modern menjadi salah satu impian sebagian pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), tak terkecuali di Banua.

Dengan eksis di toko ritel modern, brand image produk diyakini semakin menguat sehingga omzet pun bisa ikut melesat.

Namun ternyata tidak semua pelaku UMKM yang bisa menembus ritel modern.

Di sisi lain, ritel modern tidak bisa menerima semua jenis produk UMKM dengan berbagai pertimbangan, salah satunya tidak sesuai segmen pasar.

Baca: Hari Ini Pengumuman SBMPTN ULM 2018, Klik di Laman Ini untuk Memonitor Kelulusan Peserta

Salah satu pelaku UMKM yang beruntung produknya bisa mejeng di toko ritel modern adalah Ryan dengan brand produk Casheila.

Sudah sejak empat tahun lalu, produk dari pebisnis asal Banjarbaru ini dijual di toko Giant Banjarmasin.

Menurut Ryan, saat ini dari total 10 jenis produknya sudah ada tiga yang tembus ritel modern.

Baca: Hari Ini Pengumuman SBMPTN ULM 2018, Klik di Laman Ini untuk Memonitor Kelulusan Peserta

Ketiga jenis produknya yaitu Ikan Sepat Kering, Sepat Sambal dan Kerupuk Haruan yang rata-rata dikirimkan ke ritel modern masing-masing 800 hingga 1.000 bungkus per bulan.

Jumlah ini mencapai kisaran 25 persen dari total produksi tiap jenis produknya.

Menurut Ryan, menjual produk di ritel modern memiliki segudang manfaat positif, antara lain semakin dikenal dan populer sehingga cukup efektif menjadi sarana promosi.

Baca: 5 Langkah Mengetahui Kelulusan SBMPTN 2018, Klik Langsung untuk UI, ITB, UGM, IPB & Lainnya

"Kalau sudah ada di ritel modern lebih dikenal dan menambah kepercayaan konsumen terhadap produk, karena memang standar yang diberlakukan tentunya dijaga untuk bisa masuk," kata Ryan.

Dari sisi penjualan, jumlah kisaran 800 hingga 1.000 produknya yang laku di ritel modern juga sangat membantu menggenjot omzet bisnisnya.

Soal kendala, Ryan menjelaskan perlu menyiapkan modal lebih besar untuk suplai ke ritel modern, karena pembayaran dilakukan tidak secara langsung saat produk diserahkan.

Disebutkannya, 75 persen dari kapasitas produksinya masih dimaksimalkan untuk memenuhi permintaan channel penjualan lainnya termasuk di bandara dan toko-toko oleh-oleh khas Banjar lainnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help