B Focus Economic

Masalah Klasik Ini yang Paling Sering Dihadapi Para Pelaku Usaha Lokal

Ketua DPD Hipmikindo Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Yeni Mulyani, mengatakan hingga saat ini sekitar 30 persen dari jumlah pelaku

Masalah Klasik Ini yang Paling Sering Dihadapi Para Pelaku Usaha Lokal
BPost Cetak
b focus

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua DPD Hipmikindo Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Yeni Mulyani, mengatakan hingga saat ini sekitar 30 persen dari jumlah pelaku UMKM yang tergabung di Hipmikindo Kalsel sudah tembus ritel modern.

Mayoritas produk-produk yang bisa menembus ritel modern produk berjenis makanan baik berupa snack maupun kue kering.

Tren ini meningkat seiring dengan makin banyaknya pelatihan dan workshop untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha lokal terapkan strategi tak hanya produksi namun juga pemasaran.

Baca: Tembus Ritel Modern, Pengusaha Banua Ini Sudah Pajang Empat Jenis Produk Olahannya

Baca: Hari Ini Pengumuman SBMPTN ULM 2018, Klik di Laman Ini untuk Memonitor Kelulusan Peserta

Baca: 5 Langkah Mengetahui Kelulusan SBMPTN 2018, Klik Langsung untuk UI, ITB, UGM, IPB & Lainnya

Namun menurutnya masalah klasik masih berupa permodalan.

Menyuplai produk ke ritel modern menurut Yeni membutuhkan modal lebih besar dibanding menjual ke toko konvensional.

Karena umumnya sistem pembayaran berjangka waktu jatuh tempo satu bulan.

Bagi pelaku UMKM dengan permodalan terbatas hal ini tentu menyulitkan.

"Paling tidak harus siapkan modal tiga kali lipat, agar produksi tidak terganggu selama pendapatan dari penjualan di ritel modern belum cair," kata Yeni.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help