Berita Hulu Sungai Selatan

Penjabat Bupati HSS Pimpin Rakor, Ini yang Dibahas

Rapat koordinasi (Rakor) tim tindak pidana bidang perikanan 2018 digelar di Aula Haruan Dinas Perikanan Kabupaten HSS, Selasa (3/7).

Penjabat Bupati HSS Pimpin Rakor, Ini yang Dibahas
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Rakor tindak pidana Ilegal Fishing. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Rapat koordinasi (Rakor) tim tindak pidana bidang perikanan 2018 digelar di Aula Haruan Dinas Perikanan Kabupaten HSS, Selasa (3/7).

Rakor ini dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Dahnial Kifli dan didampingi Kepala Dinas Perikanan H Saidinoor.

Kegiatan rakor dihadiri oleh seluruh tim terkait yang terdiri dari Dinas Perikanan HSS, Polres HSS, Kejari HSS, Pengadilan Negeri, Satpol PP, Camat Kandangan.

Baca: Link Pengumuman SBMPTN 2018, Klik di Sini Untuk UI, UGM, ITB, IPB dan lainnya

Kepala Dinas Perikanan H Saidinoor mengatakan rakor diselenggarakan dalam rangka persiapan dan antisipasi masuknya musim kemarau terkait dengan kegiatan ilegal fishing.

"Pada musim kemarau, biasanya akan banyak terjadi penangkapan ikan besar-besaran oleh masyarakat. Dikhawatirkan timbulnya penangkapan secara ilegal dan sengketa masalah perikanan di kabupaten HSS, khususnya Danau Bangkau," katanya.

Baca: Gaji ke 13 Mulai Disalurkan, Ini Besaran Gaji ke 13 Untuk ASN, Polri, TNI, dan Pensiunan

Berbagai tanggapan, masukan dan usulan disampaikan oleh masing-masing peserta rapat, dimana hasil rapat ini nantinya akan menjadi dasar untuk penanganan selanjutnya.

PJ Bupati HSS H Dahnial Kifli menyatakan bahwa sekarang hidup bukan di zaman perang sehingga alangkah ironisnya masyarakat yang mencari nafkah mesti harus dikawal oleh pihak keamanan.

Pihaknya bahkan ada menerima permohonan langsung dari masyarakat yang meminta pengawalan 24 jam untuk mencari ikan di Danau Bangkau.

Baca: Jadwal Pendaftaran CPNS 2018, BKN Persiapkan Situs Pendaftaran di Link Ini

"Penanganan harus dilakukan secara bijak dengan mencarikan solusi yang terbaik, agar masyarakat bisa mencari nafkah dengan aman dan tenang, minimal terhindar dari gesekan dan sengketa di lapangan," pesan Dahnial Kifli.

Sebagai contoh kepada peserta rapat, Dahnial Kifli mengusulkan bagaimana caranya agar masyarakat bisa alih profesi dengan jumlah penghasilan yang tidak begitu jauh berbeda dengan hasil mencari ikan.

Sehari sebelumnya, Tokoh masyarakat Desa Bangkau dan Kades Bangkau menghadap kepada Penjabat Bupati HSS.

Mereka melaporkan terkait dengan kembali maraknya aksi penyetrum Ikan.

Kades Bangkau Ardiansyah menyampaikan dan melaporkan kondisi danau Bangkau yang saat ini mulai marak dengan kegiatan ilegal fishing.
Mendekati musim kemarau ini, aktivitas warga banyak terpusat di Danau Bangkau untuk mencari ikan.
]
Dia menjelaskan kepada Dahnial Kifli bahwa saat ini mulai muncul masalah karena orang-orang dari luar Desa Bangkau juga beraktivitas disana menangkap ikan dengan menggunakan alat setrum yang dilarang.

"Para penyetrum ini beraktivitas dimalam hari untuk menyembunyikan kegiatan terlarangnya. Selain merugikan nelayan lokal, para penyetrum ini tidak jarang melakukan tindak kekerasan terhadap warga yang memergoki kegiatannya," kata Ardiansyah .

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help