Kriminalitas Kalteng

Tangkap Buron Pelaku Penusukan di Gunungmas, Polisi Palangkaraya Temukan Barang Ini

Pelarian Jono (36) warga Jalan Tjilik Riwut km 8, Kompleks Mekar Sari No 7 Palangkaraya, Kalteng, berakhir di tangan polisi.

Tangkap Buron Pelaku Penusukan di Gunungmas, Polisi Palangkaraya Temukan Barang Ini
tribunkalteng.co/fathurahman
Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar saat menunjukkan Senjata Revolver milik Jono, pelaku penganiayaan warga Tewah Kabupaten Gunungmas, Selasa (3/7/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pelarian Jono (36) warga Jalan Tjilik Riwut km 8, Kompleks Mekar Sari No 7 Palangkaraya, Kalteng, berakhir di tangan polisi.

Buron kasus penganiayaan yang sempat kabur sejak 27 Agustus 2017 lalu ini bahkan memiliki senjata api jenis revolver yang didapat secara ilegal.

Dia melakukan penusukan atau penganiayaan terhadap dua orang sekaligus yang tak lain adalah pamannya sendiri yakni, Upel (53) merupakan ASN dengan alamat Jalan Patahu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Gunungmas dan Olon (30) dengan alamat di Jalan Patahu RT.004 Kecamatan Tewah Kabupaten Gunungmas, Kalteng.

Informasi terhimpun dari laporan Polsek Tewah, Polres Gunungmas, , pelaku kabur sejak setahun yang lalu karena melakukan penganiayaan terhadap Olon dan Tupel, menggunakan senjata tajam.

Baca: Nining Sunarsih Tak Terlihat Pengunjung Ketika Ditemukan, Padahal Terbaring di Pantai

Penganiayaan terjadi karena pelaku marah, adik pelaku seorang perempuan diganggu oleh korban.

Sejak kejadian tersebut, pelaku melarikan diri, hingga akhirnya ditangkap, Senin (2/7/2018) pukul 11.00 wib di Jalan Tjilik Riwut km 8 Kompleks Pondok Mekar Sari no 7 Palangkaraya setelah sebelumnya ada informasi dari warga kepada polisi, pelaku ada di rumahnya.

Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar, Selasa (3/7/2018) mengatakan, saat pihaknya melakukan penangkapan terhadap pelaku yang juga diinformasikan oleh istri pelaku, bahwa suaminya sering melakukan tindak kekerasan terhadap dirinya.

Baca: Gaji ke 13 Mulai Disalurkan, Ini Besaran Gaji ke 13 Untuk ASN, Polri, TNI, dan Pensiunan

"Kami juga dapat informasi dari istrinya bahwa suaminya (pelaku) yang saat ini kami amankan sering melakukan KDRT terhadap istrinya. Lebih parah lagi saat kami lakukan penangkapan ternyata pelaku juga memiliki senjata api jenis revolver tanpa izin lengkap dengan pelurunya.

Menurut Kapolres, pelaku membeli senjata api tersebut tahun 2013 dari seorang temannya bernama Romi di Teweh Baru Kecamatan Sepang Kabupaten Gunungmas dengan harga Rp700.000.

"Dia berdalih membeli senpi tersebut dengan alasan untuk menjaga diri.Pelaku ditangkap di rumahnya, Senpi ditemukan polisi saat disimpan dalam tas selempang warna merah di dalam rumahnya," ujar Kapolres.

Baca: Jadwal Pendaftaran CPNS 2018, BKN Persiapkan Situs Pendaftaran di Link Ini

Akibat tindakan pelaku yang menyimpan atau memiliki senjata api tanpa izin tersebut, pelaku melanggar pasal 1 ayat (1) undang-undang RI No 12 Darurat tahun 1951 (membuat, memiliki, menyimpan dan membawa senjata api tanpa izin, pihak berwenang dengan ancaman hukuman 20 tahun atau hukuman mati.

www.banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved