Berita Banjarmasin

Upaya Mahasiswa dari Newcastle University Lebih Dalam Mengenal Bekantan di Kalsel

Universitas Lambung Mangkurat bersama Sahabat Bekantan Indonesia bekerjasama dengan Newcastle University.

Upaya Mahasiswa dari Newcastle University Lebih Dalam Mengenal Bekantan di Kalsel
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Universitas Lambung Mangkurat bersama Sahabat Bekantan Indonesia bekerjasama dengan Newcastle University. Kerjasama tersebut merupakan bentuk kepedulian lingkungan, khususnya konservasi bekantan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Universitas Lambung Mangkurat bersama Sahabat Bekantan Indonesia bekerjasama dengan Newcastle University. Kerjasama tersebut merupakan bentuk kepedulian lingkungan, khususnya konservasi bekantan.

Pada acara yang berlangsung di Aula Rektorat ULM, Selasa (3/7/2018) dihadiri oleh Rektor ULM, Sutarto Hadi, acara itu nampak berlangsung santai. Dalam kerjasama tersebut sekaligus pula pemaparan perihal pengenalan tentang bekantan.

Baca: Live Trans TV! Live Streaming Swedia vs Swiss di Piala Dunia 2018 Bisa Ditonton dengan Cara Ini

"Tema utama kegiatan ini adalah tentang bekantan di setiap kegiatan konservasi. Selain itu mengenal bekantan yang ada di Kalimantan Selatan," ucap Ketua SBI Kota Banjarmasin, Amalia Rizki.

Bersama para mahasiswa dari Newcastle University, Kiki, panggilan akrabnya mengatakan sharing dan melakukan diskusi. Kegiatan itu pun ke depannya akan berlangsung selama satu minggu.

Baca: Klik Link di Sini Daftar Peserta ULM (Unlam) yang Lolos Pengumuman SBMPTN 2018

Selain tentang bekantan, Kiki menerangkan para mahasiswa yang berasal dari Australia itu juga memiliki program lain.  Di antaranya tentang budaya dan human interest.

Khusus pada pertemuan yang digelar di aula rektorat, disampaikan oleh Kiki pembahasan mengarah pada pengenalan bekantan dan  faktor-faktor apa yang mengancam keberlangsungan kehidupan bekantan.

Selain itu juga tentang persebaran bekantan. Serta upaya konservasi bekantan tersebut.

"Kami juga akan melakukan aksi konservasi dengan mahasiswa dan melakukan program restorasi mangrove Rambai sebagaimana program utama dari SBI," jelas Kiki.

Tentunya tujuan penanaman rambai dijelaskan Kiki sebagai bentuk penyelamatan bekantan serta habitatnya. Selain itu, pada dalam program satu minggu tersebut, pihaknya juga menggelar kegiatan edukasi ke sekolah dan masyarakat.

Pihaknya akan mengajak partisipan untuk menanam rambai di Pulau Curiak. Tempat itu pula sebagai pusat riset bekantan. (Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti) 

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved