Hiii, Restoran di Malaysia Ditutup Pemerintah karena Makanannya Dipenuhi Hewan Menjijikkan ini

Sebuah restoran masakan asam pedas yang terkenal di Kota Laksamana, Melaka, Malaysia diperintahkan untuk tutup langsung

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebuah restoran masakan asam pedas yang terkenal di Kota Laksamana, Melaka, Malaysia diperintahkan untuk tutup langsung oleh Departemen Kesehatan Negeri setempat setelah seorang pelanggan meng-upload satu video ke Facebook pada Juni 2018 lalu yang menunjukkan hidangannya dipenuhi ulat!

 hidangannya dipenuhi ulat!

Selain penemuan benda asing dalam makanan yang disajikan kepada pelanggan, sikap pengusaha restoran yang tidak menjaga kebersihan tempat dan gagal mematuhi standar kebersihan yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan turut menyebabkan perintah penutupan terpaksa dikeluarkan.

Baca: Heboh Pernikahan Bak Syekh Puji dari Malaysia, Wakil PM Malaysia Mengaku Gagal Melacak Pelakunya

Direktur Kesehatan Negara Bagian setempat, Datuk Dr Ghazali Othman mengatakan, "Kami menerima laporan tentang keberadaan kotoran dalam saus asam pedas yang disajikan kepada pelanggan. Bahkan, ketika serangan itu dilakukan, pemeriksaan menemukan bahwa tempat itu juga kotor dan gagal mencapai skor serta berada di bawah tingkat minimum kebersihan. "

Baca: Jadwal Pendaftaran CPNS 2018, Ini Bocoran Soal Seleksi CPNS 2018, Dijamin Bukan HOAX

Diketahui bahwa pelanggan telah mengajukan keluhan kepada operator restoran segera setelah makanan dipenuhi dengan ulat, namun tidak ada tindakan serius yang diambil oleh restoran tersebut.

Menurut laporan China Press seperti dilansir Banjarmasinpost.co.id dari Erabaru Malaysia, setelah keluhan diterima dari pelanggan, operator restoran hanya menginformasikan bahwa 'piring bermasalah' tidak akan dikenakan biaya.

Baca: Jadwal Pendaftaran dan Biaya Ujian Jalur Mandiri di Berbagai Universitas Bagi yang Gagal SBMPTN 2018

Bahkan, dia tidak meminta maaf langsung kepada pelanggan.

Dr Ghazali menambahkan lagi, restoran ini diberi peringatan penutupan terhitung sejak 14 hari mulai 1 Juli 2018.

"Perintah penutupan tempat di Taman Laksamana dibuat berdasarkan Bagian 11 dari Undang-Undang Pangan 1983," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help