Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Diduga Cekcok di Warung Jablai Desa Kapuh, Lagi-lagi Berujung Pembuhunan

Rawannya tindak kriminalitas di warung malam, atau yang biasa disebut warga warung jablai, kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Diduga Cekcok di Warung Jablai Desa Kapuh, Lagi-lagi Berujung Pembuhunan
tribunnews.com
ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Rawannya tindak kriminalitas di warung malam, atau yang biasa disebut warga warung jablai, kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Setelah kasus tewasnya Jahrani (19) warga Desa Maringgit, Kecamatan Batangalai Utara, di warung malam Desa Tembuk Bahalang, Balatangalai Selatan yang dibacok pengunjung warung malam lainnya Rabu, dinihari lalu, kasus penganiayaan yang mengakibatkan terbunuhnya seorang pria pengunjung warung kembali terjadi, Kamis (5/7/2018), pukul 01.30 Wita.

Informasi yang dihimpunbanjarmasinpost.co.id, korban pembantaian tersebut, Yusrani alias Utuh Yusuf (29), warga Desa Panggung Rt 04 Kecamatan Haruyan, HST.

Dia tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya, hingga tergeletak bersimbah darah di tempat kejadian.

Lokasi terbuhuhnya korban sendiri di samping rumah Azzam, tepatnya di Desa Kapuh, Barikin, Kecamatan Haruyan.

Menurut informasi, sebelum tewas dianiaya secara kejam tersebut, korban sebelumnya sempat cekcok di warung malam kawasan Desa Kapuh seminggu sebelumnya dengan seseorang, namun sempat berbaikan dan saling memaafkan.

Namun, entah mengapa, tengah malam itu kembali memanas tanpa diketahui pangkal permasalahannya.

"Entah bagaimana kronologis pastinya, korban kemudian dikeroyok oleh delapan orang hingga meninggal dunia di samping rumah warga," ungkap sumberbanjarmasinpost.co.id.

Kejadin tersebut kemudian dilaporkan warga setempat ke Polsek Haruyan.

Sekitar pukul 02.00 anggota Polsek Haruyan datang ke tempat kejadian, dan menemukan korban sudah tak bernyawa dengan luka di bagian punggung, lengan kiri serta bagian perut hingga bagian dalam perutnya terburai, yang diduga akibat sabetan benda tajam.

Oleh anggota Polsek Haruyan, korban kemudian dibawa ke RS H Damanhuri Barabai, selanjutnya dibawa lagi ke RS Ulin Banjarmasin untuk dilakukan otopsi.

Pihak keluarga korban sendiri kabarnya langsung diberitahu, dan setuju dilakukan otopsi, demi mengungkap tersangka pelaku kasus pembunuhan tersebut.

Mengenai keberadaan tersangka pelakunya itu, Kasat Reskrim Polres HST, Iptu Shandy, yang dikonfirmasi menyatakan hingga siang tadi pihaknya memeriksa beberapa yang orang yang diduga terlibat pengeroyokan tersebut.

"Namun, kami masih mendalami dulu, untuk memastikan mana yang terlibat pengeroyokan, mana yang hanya menyaksikan saja pengeroyokan tersebut. Termasuk peran-perannya yang terlibat. Untuk sementara kami belum bisa memberikan keterangan terkait pelakunya. Nanti selesai interogasi dan semuanya menjadi jelas baru kami beberkan,"kata Shandy. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved