Berita HST

Duh! Mobil Dinas Jadul Ini Tak Laku Dilelang, Pemkab HST Terpaksa Ambil Langkah Berikut

Mobil Dinas Jadul Tak Laku Dilelang, Pemkab HST Terpaksa Ambil Langkah Berikut

Duh! Mobil Dinas Jadul Ini Tak Laku Dilelang, Pemkab HST Terpaksa Ambil Langkah Berikut
banjarmasinpost.co.id
Mobil dinas jadul milik Pemkab HST yang telah dua kali dilelang, tapi tak juga laku. Mobil jenis Suzuki Carry 'Tugas Kita' tersebut jumlahnya tujuh unit dan masih terparkir di halaman belakang Kantor Bupati HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah melaksanakan lelang barang milik daerah yang tak digunakan lagi karena sudah diganti barang baru.

Barang lelang tersebut meliputi barang elektronik (komputer), alat berat serta mobil dinas jenis lainnya.

Namun sebagian barang belum juga terjual, meski sudah dilakukan dua kali lelang.

Baca: Pemko Banjarbaru Hapus Retribusi Izin Gangguan, Pengusaha Merasa Dapat Dukungan, Begini Tanggapannya

Penyebabnya, selain karena barangnya sudah tergolong jadul (Zaman dulu) alias tua , juga harganya dinilai kemahalan dengan kisaran harga mulai Rp 10 juta sampai 18 jutaan.

Selain itu, sebagian kendaraan dinas tersebut tak memiliki BPKB maupun STNK. Khusus untuk mobil dinas, sebagian telah terjual, sebagian dihibahkan dan sebagian lagi tak laku dijual, meski telah dilakukan dua kali lelang.

Baca: Bom Pasuruan Meledak, Ini Kisah Kapolsek Bangil yang Dikejar Pelaku Sampai Masuk Gang Sempit

Barang tak laku terjual tersebut adalah enam unit mobil jadul, terdiri empat Susuki Carry ST 100 (Tugas Kita), satu unit Toyota KF 40 serta Suzuki Futura ST 150.

Sebenarnya, selain mobil dinas yang masuk daftar lelang tersebut, masih ada tiga unit Suzuki Carry merek Tugas Kita' lagi yang dimiliki, namun tak ditawarkan karena kondisinya dinilai tak layak lagi.

Kepala Bagian Keuangan dan Aset Daerah, Pemkab HST Teddy Taufani, kepada banjarmasinpost.co.id Kamis (5/7/2018) menjelaskan, sesuai aturan, jika dua kali lelang tak juga terjual, pemerintah daerah boleh menjual tanpa lelang, dihibahkan ke pihak organisasi kemasyarakatan lembaga lain yang dibolehkan, atau diberikan ke instansi yang membutuhkan dan dianggap penyertaan modal.

Baca: Jadwal Lengkap Pendaftaran CPNS 2018, BKN Umumkan Mekanisme CPNS 11 Juli Nanti

"Tapi menurut kami lebih efektif dihibahkan misalnya ke Karang Taruna, untuk pendidikan seperti SMK-SMK yang memiliki jurusan Otomotif, sebagai alat untuk praktek, bongkar pasang dan lain-lain. Atau untuk praktek di Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja,"kata Teddy.

Disebutkan, sampai saat ini, hasil lelang barang bekas milik Pemkab HST yang terjual Rp 1,3 miliar.

Adapun barang tak laku lainnya, selain mobil jadul, juga ada delapan unit sepeda motor jadul merek Suzuki dengan kisaran harga Rp 457.000 sampai Rp 715.000 sesuai kondisi barang.

Sedangkan barang bekas lainnya di gudang, juga ada barang bekas dari RSH Damanhuri, sejumlah komputer PC.

"Rencananya juga dihibahkan buat praktek anak SMK, praktek peralatan komputer. Sedang barang besi-besi dari rumah sakit mungkin dijual kiloan ke pengumpul besi,"katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help