THM Banjarmasin Hidup Segan Mati Segan

Ruang Karaoke di Nasa Terpaksa Dijadikan Ruang Meeting, 'Malam Pasar' Jadi Malam Harapan

Cafe di sebelah kanan lobi hotel Nasa itu bahkan sepi pengunjunjung. Boleh dibilang bahkan tidak ada sama sekali

Ruang Karaoke di Nasa Terpaksa Dijadikan Ruang Meeting, 'Malam Pasar' Jadi Malam Harapan
hasby
Bagini kondisi ruang karaoke di Hotel Nasa, tetep setia menunggu datangnya konsumen. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jarum jam menunjukan pukul 23.00 Wita, tidak nyaring terdengar dentuman musik di Cafe Nasa Jalan Djok Mentaya Banjarmasin. Padahal pada Selasa malam dan Rabu malam dikenal dengan sebutan ‘malam pasar’.

Cafe di sebelah kanan lobi hotel Nasa itu bahkan sepi pengunjunjung. Boleh dibilang bahkan tidak ada sama sekali, beda dengan kondisi empat tahun lalu.

“Beginilah kondisi kami saat ini, sudah menahan empat tahun lebih. Memang karena kondisi ekonomi belum membaik, terlebih saat ini lagi digelar piala dunia sementara kami tidak ada nonton bareng,” kata Supervisor Nasa Luxury and Club, M Riyadi.

Baca: Jadwal Pendaftaran CPNS 2018, Ini Bocoran Soal Seleksi CPNS 2018, Dijamin Bukan HOAX

Pria yang akrab disapa Yadi itu menjelaskan, setelah libur Ramadan dan lebaran, Nasa kembali beroperasional 17 Juni 2018. Menjadi harapan setelah lebaran, ada peningkatan pengunjung namun ternyata masih belum menunjukan tanda-tanda membaik.

Baca: Rangkulan Terakhir Sang Ibu Ketika Bayinya Ditemukan Tewas dalam Kulkas di Rumah Babysitter

Tempat hiburan di Banjarmasin Tengah itu mulai operasional pada 2008 dan puncak keemasannya pada 2010 sampai 2014. Sesudah itu, meredup.

Pihak manajemen bahkan menutup 15 room karaoke dengan menjadikannya ruang meeting yang digabung dengan hotel. Kini hanya mengoperasionalkan 30 room, namun yang terisi dalam sehari antara tiga room sampai empat room, bahkan di ‘malam pasar’.

Baca: Wow! Film Dilan 1990 Raih Film Terfavorit Indonesian Movie Actors Awards 2018, Begini Kata Brandon

Kondisi Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin itu bahkan lebih suram dari Nasa. Tidak mustahil dalam waktu dekat Grand Karaoke dan diskotik bakal tutup sama sekali.

Manajemen Grand Palace, Joni mengatakan, saat ini hanya 15 room namun seiring waktu sebagian sudah tutup. Room di Grand dapat dihitung dengan jari, namun dirinya enggan menyebutkan angka pastinya.

“Karena kondisi memang lagi sepi, bertahan saja masih syukur. Bahkan biaya operasionalnya saja belum mampu tertutupi,” katanya.

Begitu juga di Armani Executive Club. Selama mulai beroperasional tiga tahun terakhir, room karaokenya tidak pernah terisi semua.

Direktur PT Pyramid Suites Hotel Armani Executive Club, Arie Soleh Mulia menjelaskan, karena umur karaoke Armani masih 3,5 tahun, jadi saat kbuka sudah memasuki ekonomi sudah menurun, dimana banyak pengusaha tambang yang sudah gulung tikar.

“Tentunya pasar karaoke tidak seramai waktu batu bara masih jalan, jadi selama kami buka tidak pernah sampai room penuh,” katanya.

Pihaknya menyediakan room ada 37 room, dan rata-rata perhari biasa sekitar 8-10 room saja terisi, jika weekend antara 10-15 room. Dia menambahkan, kalau THM sudahlah pasti kebanyakan membidik segmen pengusaha tambang.

Pantauan di tempat karaoke Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) dan di Aria Barito Hotel tampak sangat minim pengunjung. Hanya saja untuk karaoke di HBI, pengunjung lebih memilih ke diskotik dan Nashville Club. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved