Berita Tanahlaut

Seminar Kebangsaan FPK Kalsel Dibuka Staf Ahli Gubernur Kalsel

Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Gusti Burhanuddin membuka seminar sehari

Seminar Kebangsaan FPK Kalsel Dibuka Staf Ahli Gubernur Kalsel
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Peserta seminar sehari Forum Pembaharuan Kebangsaan Provinsi Kalsel di Aula Hotel Sinar, Pelaihari, Tanahlaut, Kamis (5/7/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Gusti Burhanuddin membuka seminar sehari yang dilaksanakan Forum Pembaharuan Kebangsaan Provinsi Kalimantan Selatan (FPK Kalsel) di Aula Hotel Sinar, Pelaihari, Kamis (5/7/2018).

Burhanudin mengaku membawa pesan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar situasi daerah yang kondusif ini terus dipertahankan dan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalsel agar konsolidasi terus dilakukan dengan pemangku kepentingan.

Menurut Gusti Burhanuddin pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di empat Kabupaten di Provinsi Kalsel mendapat apresiasi dari Staf Ahli bidang Pemerintahan pada Kementerian Dalam Negeri.

"Pelaksanaan Pilkada serentak di empat daerah di Kalsel mendapat pujian Menteri Dalam Negeri karena kondusif," katanya.

Baca: Head to Head, Prediksi Skor & Susunan Pemain Uruguay vs Prancis di 8 Besar Piala Dunia 2018

Taufik Sugiono, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalsel, mengatakan salah satu tugas instansinya adalah meningkatkan dan menguatkan persatuan dan kesatuan anak bangsa di wilayah Provinsi Kalsel.

Menurutnya, tahapan akhir Pilkada serentak di Kabupaten Tanahlaut dan tiga daerah lainnya, pasti akan menyisakan potensi konflik kepentingan kelompok dan perorangan.

"Potensi konflik ini yang diantisipasi dalam seminar sehari yang digagas Forum Pembaharuan Kebangsaan Provinsi Kalsel ini sangat tepat dan bagus agar perbedaan saat Pilkada tadi kembali dijalin untuk bersinergi kembali membangun daerah. Pilkada sudah usai sudahi perbedaan pilihan," katanya.

Ketua pelaksana sekaligus Ketua FPK Provinsi Kalsel, H Hasyim KA, mengatakan seminar sehari yang dilaksanakan pihaknya adalah mengingatkan bahwa Indonesia itu terdiri dari ratusan suku dan etnis dan terdiri dari ribuan bahasa merupakan potensi yang tidak dimiliki negara lain.

Baca: Jadwal Lengkap Pendaftaran CPNS 2018, BKN Umumkan Mekanisme CPNS 11 Juli Nanti

"Makanya, seminar sehari ini mengeratkan pembaharuan kebangsaan itu menjadi potensi Indonesia dalam menjaga negara kesatuan republik Indonesia. Boleh saja berbeda tapi tetap bersatu dalam Negara Indonesia. Tidak mudah diadu domba hanya karena berbeda agama dan suku," katanya.

Seminar sehari itu temanya, mengajak mewujudkan etnis Nusantara menyukseskan Pilkada dan Pemilu yang damai, bermartabat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dikuti para utusan pelajar sekolah, tokoh agama dan tokoh masyarakat se Tanahlaut.

Tiga narasumber bergantian menyampaikan potensi, kerawanan, konflik dan antisipasi serta solusinya etnisitas dalam bingkai NKRI , yaitu AKBP Katamsi, Kasubdit Intelkam Polda Kalsel, Mayor Inf Ferry Adianto, Kasi Intel Korem 101 Antasari dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalsel, Taufik Sugiono. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help