Berita Tanahbumbu

Banjir di Sardangan, Warga Berlomba Bikin Tempat Tidur Darurat

Banjir dibeberapa wilayah Kabupaten Tanahbumbu masih saja terjadi. Bahkan di Desa Sardangan Kecamatan Kusan Hilir

Banjir di Sardangan, Warga Berlomba Bikin Tempat Tidur Darurat
Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat
Bahkan di Desa Sardangan Kecamatan Kusan Hilir masih mengalami kenaikan air secara perlahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Banjir dibeberapa wilayah Kabupaten Tanahbumbu masih saja terjadi. Bahkan di Desa Sardangan Kecamatan Kusan Hilir masih mengalami kenaikan air secara perlahan.

Pasalnya, warga masih enggan mengungsi karena menghawatirkan rumah mereka yang bisa mengalami kerusakan bila ditinggalkan. Dampak tak mau mengungsi, warga pun akhirnya membuat tempat tidur darurat menggunakan kayu dan batang pohon dan dibangun di dalam rumah mereka.

Tujuannya, agar mereka bisa tidur meski air masuk ke dalam rumah. Mereka bersikeras untuk tetap tinggal dan menjaga rumahnya agar tidak rusak. Sebab, sebagian papan rumah atau lantai bisa terbuka karena air terus meninggi.

Pantauan Banjarmasinppost.co.id pada Jumat (6/7/2018) pagi, rumah warga sudah kemasukan air setinggi lutut. Sebab itu mereka harus membuat tempat tidur darurat agar bisa tetap tidur meski tidur mereka tidak nyenyak.

Baca: Hasil Mitra Kukar vs Barito Putera di Liga 1 2018 - Skor Babak Pertama 2-1, Lengah 2 Menit!

Akses darat pun juga tak bisa dilalui lagi, karena sudah tenggelam. Warga tidak bisa keluar bila tidak menggunakan perahu ketinting (sebutan warga lokan jukung pake mesin). Bahkan jalan darat sudah tenggelam dan bisa dilalui menggunakan perahu tersebut.

Mereka sudah diminta kepala desanya, Andi Tanra Fitriadi untuk mengungsi yang disediakan di perumahan PT Kodeco Agro Mandiri (PT KAM) yang merupakan wilayah terdekat desa. Namun warga masih enggan mengungsi dan tetap bertahan di rumahnya.

Keluarga Siti Maimunah rt 2 Desa Sardangan ini misalnya. Rumahnya menjadi yang terparah korban banjir karena lokasinya cukup rendah. Bahkan air sudah mencapai paha namun dia masih enggan mengungsi dengan alasan menjaga rumahnya. Sebab, beberapa papan terlepas dan barang-barang dikawatirkan hanyut.

Baca: Jadwal Audisi KDI 2018 di Banjarmasin, Berhadiah Rp 1 Miliar dan Bonus Rekaman Lagu

"Sudah hampir satu minggu seperti ini. Kami masih belum mengungsi karena takut barang-barang hanyut dan papan lantai terbuka. Kami bertahann untuk menjaga rumah dan barang-barang agar tidak rusak, kalau kami disini bisa memantau tapi kalau diluar, kami tidak tahu apa yang akan terjadi apalagi kalau ada perahu yang lewat dan kena ombaknya, makanya perlu dijaga," katanya.

Dia bersama dengan suami dan anaknya memilih bertahan. Apalagi saat ini mereka juga tidak memiliki perahu sehingga apa-apa juga sulit. Sementara untuk bantuan makanan lumayan ada bantuan untuk makan.

"Tadi malam kami tidurnya tidak nyenyak karena air cukup tinggi. Jadi tempat tidur darurat itu bisa terkena air sehingga sebagian dari kami ada yang tidur dengan posisi duduk. Kami hanya berharap air cepat turun," harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sardangan, Andi Tanra Fitriadi, mengatakan saat ini kondisi air diakuinya bertambah. Namun tidak terlalu tinggi. Sebab, dari sore hingga pagi hanya mengalami kenaikan sekitar dua jari. Dia berharapa secepatnya ada penurunan.

"187 KK, sementara rumah yang masih terbilang aman hanya sekitar 13 rumah, sementara sisanya sudah terendam banjir semua," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved