Aruh Baharin Kecamatan Halong

Ini yang Dikerjakan Warga Dayak Halong Saat Menggelar Aruh Baharin Selama 7 Hari 7 Malam

Selama 7 hari 7 malam prosesi Aruh Baharin memiliki agenda tersendiri, Iyansyah kepada banjarmasinpost.co.id mengatakan, Aruh Baharin

Ini yang Dikerjakan Warga Dayak Halong Saat Menggelar Aruh Baharin Selama 7 Hari 7 Malam
Via BANJARMASINPOST.co.id/elhami
(Foto: Facebook Yansyah Woto) Warga Dayak Halong menggelar aruh Baharin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Selama 7 hari 7 malam prosesi Aruh Baharin memiliki agenda tersendiri, Iyansyah kepada banjarmasinpost.co.id mengatakan, Aruh Baharin merupakan aruh besar yang dilakukan oleh puluhan balian secara bergantian selama 24 jam x 7 hari.

Adapun urutan prosesi tersebut adalah hari pertama : nyiwuwunrung yaitu anak-anak muda mengelilingi langgatan (daun kelapa), malamnya bagamal.

Hari kedua : menjanur (itarawen), panagasan (penyucian), malamnya bagamal. Hari ketiga : melanjutnya menjanur, jam 3 sore dimulai kelong hingga 9 malam, mengundang anggota adat untuk menyerahkan aruh dan memutuskan hukum adat, jam 10 malam balian melanjutkan hyang lembang hingga padi.

Baca: Head to Head & Prediksi Skor Brazil vs Belgia 8 Besar Piala Dunia 2018 Live TransTV, Neymar Main

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018, Ini Berkas-berkas yang Harus Dipersiapkan Calon Pelamar

Baca: Doa dan Selawat Agar Dimudahkan Keinginan Berangkat Haji Dalam Bahasa Arab beserta Artinya

Kemudian hari keempat : hyang dewata. Hari kelima : balian dewata, sore hari melarung perahu naga, balai lanting, dan besar di sungai Balangan, malamnya balian kelong, ilamban, ngadayuhan, kelong hingga pagi.

(Foto: Facebook Yansyah Woto) Warga Dayak Halong menggelar aruh Baharin.
(Foto: Facebook Yansyah Woto) Warga Dayak Halong menggelar aruh Baharin. (via BANJARMASINPOST.co.id/elhami)

Hari keenam : mengantar ancak ke tempat pemujaan seperti gunung, sungai, dan ladang, malam hari menggunungan (menuju banih) dilanjutkan mengantar tahun ke dewata tertinggi di gunung walu walu.

Dan hari ketujuh : beguru/mewarikan yaitu tarian monyet seperti hanoman, masak piduduk, kemudian dimakan bersama-sama pada malam hari, balian duduk bermamang mengembalikan hyang ketempat asal.(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help