Pilpres 2019

JK Merupakan Lawan Sepadan Jokowi di Pilpres 2019, Begini Prediksi Pengamat LIPI

Lima orang itu, yaitu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mantan Panglima TNI

JK Merupakan Lawan Sepadan Jokowi di Pilpres 2019, Begini Prediksi Pengamat LIPI
TRIBUN / HERUDIN
Joko Widodo dan Jusuf Kalla bersama Ketua Umum PKPI, Sutiyoso, dan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto saat kampanye Pilpres 2014. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sekitar lima orang berpotensi maju sebagai calon presiden dan bersaing menghadapi presiden petahana Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Lima orang itu, yaitu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, tokoh islam Rizieq Shihab, dan wakil presiden Jusuf Kalla.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris, mengatakan Jusuf Kalla dapat menjadi pesaing yang sepadan bagi Jokowi.

Menurut dia, pria berlatar belakang pengusaha itu masih dapat maju sebagai calon presiden. Hanya sebagai calon wakil presiden sudah tertutup, karena sudah menjabat sebanyak dua kali masa jabatan.

"Pak JK bisa muncul sebagai lawan tanding menentukan bagi Pak Jokowi. Masih punya peluang menjadi capres yang tertutup cawapres," kata Syamsuddin dalam sesi diskusi PARA Syndicate bertema "Presidential Race: Siapa Lawan Tanding Jokowi?, Jumat (6/7/2018).

Walaupun JK berpeluang menjadi penantang kuat bagi Jokowi, namun, kata dia, pria asal Sulawesi Selatan itu harus didukung partai politik.

Dukungan dari parpol ataupun gabungan parpol merupakan syarat mendaftarkan diri sebagai pasangan calon presiden-wakil presiden yang diatur Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.

"Bagi semua nama basis politik atau partai politik pengusung, ini soal negosiasi. Walaupun JK memiliki peluang menjadi penantang kuat tidak bisa maju tanpa parpol," kata dia.

Belakangan, JK mulai digadang-gadang akan diduetkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono. Namun, dia melihat, duet JK-AHY tidak cukup hanya diusung oleh parpol Demokrat.

Dia menjelaskan, harus ada dukungan dari parpol lainnya untuk memenuhi syarat ambang batas minimal pencalonan presiden-wakil presiden sebesar 20 persen.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved