Berita Kotabaru

Jumlah Pelanggan Tak Sesuai Kesediaan Air Baku, Saat Kemarau PDAM Kotabaru Terpaksa Lakukan Ini

Air baku memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Kotabaru, khususnya di kecamatan Pulaulaut Utara

Jumlah Pelanggan Tak Sesuai Kesediaan Air Baku, Saat Kemarau PDAM Kotabaru Terpaksa Lakukan Ini
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Air baku memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Kotabaru, khususnya di kecamatan Pulaulaut Utara yang berpenduduk lebih banyak dari kecamatan lainnya masih menjadi momok bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Ketersediaan air baku masih sangat minim membuat pelayanan air bersih belum optimal. Sekitar 20 persen dari jumlah penduduk, masih menggunakan pipa swadaya untuk pemenuhan kebutuhan air bersih.

Terlebih saat musim kemarau, pelayanan distribusi PDAM terus terkendala karena menurunnya tekanan air. Pasalnya air didistribusikan masih mengandalkan sistem gravitasi.

Agar ada pemerataan distribusi air bersih, karena menurunnha tekanan air akibat stok air baku tidak sebanding dengan jumlah pelanggan. Akibatnya berujung pelayanan pada pelanggan wilayah terujung.

Baca: Hasil (Skor) Akhir Mitra Kukar vs Barito Putera di Liga 1 2018 - Skor 3-4, Samsul Arif Menggila!

Penyebabnya ketersediaan air baku tidak sesuai, sementara jumlah pelanggan dari tiga tahun terakhir terus bertambah. Rata-rata pertahunnya mencapai 2.000 pelanggan.

Berdasar data didapat banjarmasinpost.co.id, tahun 2015 jumlah pelanggan air bersih yakni 12.556. Pada tahun 2018 jumlah pelanggan sudah mencapai 18.039 atau mengalami penambahan sebanyak 5.483 dalan dua tahun (2016-2017).

Tahun 2019 diperkirakan jumlah pelanggan mencapai 20.239, tidak terlepas tingginya minat calon pelanggan setelah dibukanya sambungan rumah (SR) dari program masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Rian salah seorang warga Pulaulaut Utara mengakui, menurunnya tekanan air terlebih saat musim kemarau membuat pengeluaran keuangan bertambah.

Baca: Cuplikan Gol Mitra Kukar vs Barito Putera : Come Back Laskar Antasari dan Quatrick Samsul Arif

Pasalnya, membengkaknya pengeluaran karena tidak bisa menggunakan air leding secara normal. Sebab harus menggunakan mesin pompa.

"Pengeluarkan membengkak karena menggunakan listrik untuk penggunaan mesik pompa (alkon). Tidak dialkon mana bisa jalan," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved