Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Polres HST Ungkap Tersangka Pencuri Motor, Salah Satu Pelakunya Pelajar

Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah akhirnya mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan

Polres HST Ungkap Tersangka Pencuri Motor, Salah Satu Pelakunya Pelajar
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Barang bukti pencurian sepeda motor 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah akhirnya mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan pertolongan jahat di jalan Gerilya Desa Mandingin Rt 07 Barabai, Hulu Sungai Tengah.

Tersangka pencurian sepeda motor dengan korban Jaraie (63) tersebut ternyata seorang pelajar berinisial RH (19), warga Birayang Timur RT 02 Kecamatan Batangalai Selatan, HST dan IR (25), warga Desa MA (20) warga Desa Batutangga Kecamatan Batangalai Timur, serta penadahnya IR (25) warga Desa Kias Kecamatan Batangalai Selatan HST.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, melalui Humas Polres HST Bripka M Husaini, Jumat (6/7/2018) menjelaskan, ketiga tersangka ditangkap. 30 Juni 2018 lalu, pukul 02.00 wita. Ketiganya ditangkap di rumah masing-masing.

Selain itu, juga menyita satu unit Yamaha Mio DA 6924 AV beserta S TNK dan BPKB milik korban, satu gembok, satu kunci kontak, satu unit Yamaha Sigma tanpa nomor pelat, satu kunci ringpass terbuat dari besi, serta dua anak kunci palsu terbuat dari besi.

Baca: Cuplikan Gol Mitra Kukar vs Barito Putera : Come Back Laskar Antasari dan Quatrick Samsul Arif

"Setelah RA dan MA tertangkap, hasil interogasi mereka mengaku sepeda motor hasil curian tersebut telah dijual kepada IR seharga Rp 1 juta. Setelah IR ditangkap, semua barang bukti diamankan, dan dibawa ke Polres HST,"kata Husaini.

Dijelaskan RH masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah sekolah lanjutan atas. Sedangkan MA. Dan IR belum bekerja atau pengangguran. "RH dan MA dijerat pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan. Sedangkan IR dijerat pas 480 KUHP tentang penadahan barang hasil curian,"jelas Husaini.

Pencurian kendaraan bermotor milik Jara'ie tersebut terjadi 23 Juni 2018 lalu, bertepatan bulan Ramadan, pukul 00.30 wita. Saat itu korban duduk di poskamling bersama warga lainnya.

Karena sudah larut malam korban yang juga pelapor pulang ke rumah. Sebelum masuk ke rumah, korban masih melihat sepeda motor yang biasa dipakai anaknya itu masih terparkir di samping rumah, setelah digunakan anaknya jalan-jalan.

Baca: Live Trans TV & Trans7! Tonton Live Streaming Prancis vs Uruguay di Piala Dunia 2018 dengan Cara Ini

Selanjutnya, korban masuk ke dalam rumah, untuk membuat kopi. Saat sedang membuat kopi itulah, korban mendengar suara mesin sepeda motor yang dihidupkan, di samping rumahnya tersebut.

Curiga terjadi sesuatu, korban kemudian membuka kamar anaknya, yang ternyata sudah tidur. Diapun bergegas keluar rumah mengecek sepeda motor, maun sudah tidak ada lagi di parkir samping rumah.

Sadar sepeda motornya dicuri, korban langsung melaporkan kehilangan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres HST. Atas kehilangan tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta.

Sementara itu, Kapolres jelas Husaini kembali mengimbau warga masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengamankan barang berharganya, termasuk sepeda motor, yang masih jadi objek "favorit" para pencuri.

"Selalu waspada dengan mengunci stang dan memberi kunci tambahan pada motornya. Jika sudah di rumah, sudah larut malam dan motor tak terpakai lagi buat jalan, segera masukkan ke rumah, tak lupa rumahnya juga dikunci". (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help