Berita Banjarmasin

Dongeng Ibu, Ternyata Menjadi Motivasi Komalasari Membaca

"Biasanya saya mrasa penasaran, saya baca sendiri cerita yang didongengkan ibu"

Dongeng Ibu, Ternyata Menjadi Motivasi Komalasari Membaca
Istimewa
Shanti Komalasari 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sewaktu masih kecil, ibunda Shant Komalasari yang hobi membaca, sering mendongeng sebelum menidurkan dirinya

"Biasanya saya mrasa penasaran, saya baca sendiri cerita yang didongengkan ibu," papar dosen prodi Psikologi Islam Fakultas Ushuludin dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Sabtu (7/7/2018).

Tak hanya mendengarkan dongeng, orangtuanya sering membelikan Majalah anak-anak sepeeti bobo dan lain-lain.

Menurut Komalasari, semasa sekolah di SMP Negeri 2 Banjarbaru dan SMA Negeri 1 Banjarbaru, menjadi petugss atau voulenteer perpustakaan sekolah.

"Jadi, setiap jam istirahat jaga peminjaman dan pengembalian buku. Namanya petugas, saya saya pinjam buku lebih banyak dari siswa lainnya," katanya.

Yang dibacanya, selain buku pelajaran, cerpen, buku-buku sejarah dunia, hingga buku-buku petualangan..

Begitu juga saat melanjutkan kuliah S1 prodi Psikolog di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sampai S2 Profesi sangat rajin ke perpustakaan.

"Kebanyakan buku yang saya baca mayoritas tentang Psikolog Industri dan industri. Saya juga suka buku psikologi lainnya maupun buku-buku-buku motivasi, marketing, novel-novel tentang perjuangan hidup dan biografi orang-orang sukses," kata perempuan kelahiran Banjarmasin, 15 Februari 1983 ini.

Dijelaskan Komalasari, buku bacaan di zaman kuliah suka banget seri chicken soup, novel terjemahan Mekarlah berjudul Dimana pun Anda Ditanam.

Lalu buku marketing dan bisnis seperti judul Time Table for Marketing, Body Language, Gila Marketing serta buku-buku dari Rhenald Kasali, Hermawan Kartajaya, Philip Kotler dan lain-lain.

"Kalau biografi yang paling suka kisah Presiden ketiga RI BJ Habibie," ungkapnya.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help