Home »

Bisnis

» Makro

Ekonomi dan Bisnis

Kebijakan Tarif Perdagangan Trump Gerus Pertumbuhan Ekonomi China, Bagaimana dengan Indonesia?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus melakukan pemantauan terhadap neraca perdagangan negaranya dengan negara mitra bisnis.

Kebijakan Tarif Perdagangan Trump Gerus Pertumbuhan Ekonomi China, Bagaimana dengan Indonesia?
INDEPENDENT.CO.UK
Donald Trump menyantap makanan dari McDonalds. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus melakukan pemantauan terhadap neraca perdagangan negaranya dengan negara mitra bisnis.

Terhadap negara-negara yang dinilainya melakukan perdagangan tak berimbang, Trump tak segan mengeluarkan ultimatum bahkan menetapkan kebijakan tarif khusus.

Seperti dengan China.

Enam bulan perdebatan soal tarif perdagangan dengan Amerika Serikat telah mengikis sekitar seperlima dari nilai pasar saham China.

Namun, pergerakan tersebut mungkin hanya permulaan dari apa yang akan terjadi.

Indeks saham acuan Shanghai SSEC terjun sekitar 22 persen sejak Januari 2018, ketika tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump untuk solar panel pertama kali diumumkan.

Indeks sahamnya kembali turun 9 persen sejak 19 Juni, ketika Trump menguraikan rencananya untuk pajak impor Cina lebih besar dari yang mulanya diusulkan. Tarif untuk impor Cina senilai 3 miliar dollar AS dimulai pada Jumat (6/7/2018) kemarin.

Beijing tidak punya pilihan selain membalasnya dengan mengenakan pajak jumlah yang sama dari barang-barang AS yang masuk ke China.

Sementara itu, Trump menyatakan tarif AS untuk barang Cina senilai 16 miliar dollar AS lainnya akan diberlakukan dalam dua minggu.

Momok risiko perang perdagangan besar-besaran itu menenggelamkan pasar China lebih dalam.

Halaman
1234
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help