Berita Kotabaru

Banjir Dadakan Ancam Rusak Jalan Utama, Kepala Desa Meminta Ini pada Pemerintah

Beberapa wilayah di Kecamatan Hampang Kotabaru masih menjadi langganan banjir. Di antaranya desa Limbungan

Banjir Dadakan Ancam Rusak Jalan Utama, Kepala Desa Meminta Ini pada Pemerintah
Istimewa
Begini kondisi akses jalan utama Desa Limbungan. Badan jalan tergenang akibat luapan air sungai ketika intensitas hujan tinggi. Kondisi ini cukup lama, namun belum ada upaya pemerintah daerah mencarikan solusinya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Beberapa wilayah di Kecamatan Hampang Kotabaru masih menjadi langganan banjir. Di antaranya desa Limbungan, ratusan meter akses jalan utama kerap terendam ketika terjadi intensitas curah hujan tinggi.

Genangan menjadi momok masyarakat terjadi hampir setiap tahun saat musim hujan atau sejak 2012, terlebih warga memiliki aktivitas bergantung pada akses jalan utama menjadi itu lumpuh.

Selain dikarenakan intensitas curah tinggi dan mengakibatkan meluapnya air sungai, juga terus mengancam dan mempercepat kerusakan infastruktur jalan utama di wilayah itu.

Baca: Jadwal Piala AFF U-19 2018 - Timnas U-19 Indonesia vs Thailand Live Indosiar, Demi Juara Grup A!

"Jalan utama sering terendam banjir bisa setinggi lutut, bija juga sampai setinggi pinggan orang dewasa," kata Pjs Kepala Desa Limbungan, Rizal kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (8/7/2018).

Rizal tidak menepis, meski banjir yang datang dan air berlangsung surut saat hujan reda. Namun, ia menilai tetap menjadi ancaman terlebih kerusakan infrastruktur jalan, terlebih sekitar 200 meter kerap terendam karena di dataran rendah.

"Sebenarnya bukan cuma di tempat kami (Limbungan) saja. Tapi juga daerah lain seperti Lalapin dan Cantung Kanan sering banjir. Tapi ya begitu, sebentar saja surut karena kan ada sungai besar," jelas Rizal.

Ditambahkan Rizal, mengantisipasi banjir terus menjadi momok warga.
Pemerintah daerah melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air pernah berencana membangun siring mengantisipasi luapan air.

Baca: Live Indosiar! LINK LIVE STREAMING Persib Bandung vs PSIS Semarang Liga 1 2018 di Indosiar Vidio.com

Namun batal dilaksanakan, mungkin dikarena analisa biaya cukup besar atau sisitem pekerjaan.

Kendati demikian, Rizal masih tetap berharap pembuatan siring mencegah luapan air sungai tetap dilakukan. Agar banjir kerap menggenang jalan utama dan melanda desa tidak terus terjadi setiap tahun atau saat intensitas curah hujan tinggi.

"Ya mungkin biayanya besar. Tapi kami tetap berharap dibuatkan siring," pinta Rizal melalui telepon genggamnya kepada banjarmasinpost.co.id.

Camat Hampang Sumarno, dikonfirmasi membenarkan banjir dadakan sering merendam akses jalan utama. Terlebih dalam bulan ini terutama Limbungan yang berada di jalan poros.

Apabila hujan lebat selalu banjir dikarenakan kondisi sungai tidam mampu menampung air, sehingga meluap.

"Ditambah air dari atas maka terjadilah banjir dadakan walau tidak lama tergantung curah hujan," jelasnya.

Upaya untuk mempercepat air turun ke sungai, tambah Sumarno, perlu diolah draalinase. Sementara untuk penanggulangannya tidak ada lain adalah dilakukan pelebaran sungai atau dibangun di siring sungai sehingga air tidak meluap ke atas.

"Tetapi biaya besar sekali," pungkasnya. (BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved