Berita Banjarbaru

Pemasaran Melalui Medsos Jadi Andalan, Ini yang Dilakukan Pelaku UKM

Melalui media sosial ini, pemasaran tidak hanya menjangkau Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura saja, tetapi luar daerah.

Pemasaran Melalui Medsos Jadi Andalan, Ini yang Dilakukan Pelaku UKM
hasby
Siti Isnaniah Haryani, warga Jalan Trikora Kompleks Graha Citra Permai III Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemasaran melalui online media sosial seperti facebook menjadi andalan bagi pelaku UKM.

Melalui media sosial ini, pemasaran tidak hanya menjangkau Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura saja, tetapi luar daerah.

Seperti yang dilakukan Siti Isnaniah Haryani. Berlokasi di Jalan Trikora Kompleks Graha Citra Permai III Banjarbaru, memasarkan produknya yakni, kue basah dan kue kering, kacang disko, otak-otak ikan tenggiri dan ikan gabus atau haruan, serta ikan patin melalui FB.

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018, ini Cara Atau Tip Jitu Lulus Tes CPNS 2018

Memulai usaha sejak 2016 akhir, setelah mengalami masa terpuruk karena suaminya meninggal dunia. Dirinya tidak mempunyai pekerjaan, hanya memiliki keterampilan membuat kue dan makanan lainnya.

Dengan tekat serta kemauan keras harus bertanggungjawab bagi keluarga serta tuntutan hidup akhirnya memulai usaha tersebut dan menamai usahanya, UKM Isna Alib. Memulai dengan modal yang sangat kecil, membuat kue dan makanan yang beragam, yang bisa dijual.

Baca: Jadwal Piala AFF U-19 2018 - Timnas U-19 Indonesia vs Thailand Live Indosiar, Demi Juara Grup A!

“Jualan dengan menjajakannya, namun tidak ada peningkatan, berbulan-bulan saya demikian. Hingga ada teman, Lulu mengajak masuk perkumpulan UKM,” katanya, Minggu (7/8).

Akhirnya bisa mengembangkan hasil usahanya. Dirinya mendapat berbagai ilmu, mulai dari proses pengemasan yang menarik, pemasaran bahkan pengetahuan tentang cara mengolah makanan yang bagus, hal apa saja yang dilarang menjadi bahan tambahan.

“Bersyukur, sekarang sudah banyak memiliki langganan, baik dari masyarakat umum dan kalangan UKM sendiri. Promosi awalnya dari mulut ke mulut,” jelasnya.

Hanya saja menjadi kendalanya adalah permodalan dan keterbatasan peralatan. Faktor usia menjadi penghalan untuk mendapakan bantuan modal dari perbankan, sehingga menggunakan peralatan seadaanya dan sangat sederhana.

Melalui proses kerja keras, akhirnya bisa menghasilkan produk yang bagus namun butuh kesabaran dan ketelatenan saat mengerjakan. Tiap hari jumlah produksiny berbeda-beda, dengan segala keterbatasan setiap bulan bisa menghasilkan pendapatan rata-rata diatas Rp 3 jutaan.

(Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help