Berita Banjarmasin

Pengurus DPW Partai Berkarya Kalsel Mengadu ke Mahkamah Partai

“Ini masalah dalam berdemokrasi. Saya yang seharusnya terpilih menjadi Ketua DPW Partai Berkarya Kalsel malah tak menduduki sebagai ketua"

Pengurus DPW Partai Berkarya Kalsel Mengadu ke Mahkamah Partai
edi nugroho
JOKO Siswanto yang terpilih secara voting menjadi Ketua DPW Partai Berkarya (tengah) mengklarifikasi soal keputusan DPP Partai Berkarya yang men SK-kan Edy Suryadi sebagai Ketua DPW partai tersebut, Minggu (8/7/18). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Joko Siswanto Wakil Sekretaris DPW Kalsel yang terpilih secara voting menggantikan Ketua DPW Partai Berkarya sebelumnya Abdul Latief yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam rapat pimpinan wilayah (rapinwil) I, Minggu (10/6/18) sampai Senin (11/6/18) harus menelan kekecewaaan.

“Ini masalah dalam berdemokrasi. Saya yang seharusnya terpilih menjadi Ketua DPW Partai Berkarya Kalsel malah tak menduduki sebagai ketua. Nah, DPP Partai Berkarya malah men-SK-Kan Edy Suryadi sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Kalsel,” kata Joko Siswanto, Minggu (8/7/18).

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018, ini Cara Atau Tip Jitu Lulus Tes CPNS 2018

Seperti diketahui, dari hasil sidang formatur Senin pagi akhirnya terpilih sebagai Ketua DPW Berkarya Provinsi Kalsel Joko Siswanto. Dalam rapinwil Partai Berkarya Kalsel ini dihadiri oleh utusan DPP

Utusan DPW, dan para dewan pimpinan daerah. Terungkap, hasil voting formatur Partai Berkarya Kalsel, Joko Siswanto memperoleh lima suara dan Edi Suryadi cuma medapatkan satu suara.

Baca: Jadwal Piala AFF U-19 2018 - Timnas U-19 Indonesia vs Thailand Live Indosiar, Demi Juara Grup A!

Dijelaskanya, langkah selanjutnya dilakukan pelaporan ke DPP Partai Berkarya. Namun, SK dari DPP yang keluar bukan Joko Siswanto, namun malah Edy Suryadi yang dalam sidang formatur cuma mendapatkan satu suara.

“Ini sangat menyalahi anggaran rumah dasar dan rumah tanggap partai,” katanya.

Joko Siswanto merasa telah memenangkan pemungutan suara ketika Rampimwil Partai Berkarya Kalsel pada 10 Juni lalu. Dalam rapimwil tersebut diikuti oleh pengurus Partai Berkarya dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

“Saat rapimwil tanggal 10 Juni lalu, saya diputuskan menggantikan Abdul Latif. Tapi kenapa yang terpilih jadi Ketua Partai Berkarya Kalsel justru Edi Suryadi? Saya merasa ditelikung Edi dan permainan di pengurus DPP ,” kata Joko Siswanto.

Joko akan segera mengadukan masalah pelanggaran AD ART partai ini ke Mahkamah Partai Berkarya dan Pengadilan Negeri di Jakarta. Atas kisruh partai ini, 50 persen dari 200-an orang caleg Partai Berkarya di Kalsel berencana mengundurkan diri ikut Pemilu legislatif DPRD.

“Ini sangat ironis,” tegas Joko.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved