Fenomena Pengobatan Ruqyah

Ruqyah di Antara Pengobatan Modern, Ruhansyah Sebut Makin Naik Daun, Ini Penyebabnya

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi sekarang memang tak terbendung menyasar seluruh sendi kehidupan masyarakat.

Ruqyah di Antara Pengobatan Modern, Ruhansyah Sebut Makin Naik Daun, Ini Penyebabnya
Istimewa
Ruhansyah saat memimpin ruqyah massal.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi sekarang memang tak terbendung menyasar seluruh sendi kehidupan masyarakat.

Tak terkecuali dalam hal penanganan penyakit, masyarakat pun lebih cenderung memilih pengobatan modern daripada ruqyah.

Itu diungkapkan seorang praktisi ruqyah asal Banua, Ruhansyah,S.Th.I, S.Pd.I, M.Pd.I.

" Ada dua paktor bagaimana Al Qur'an menyembuhkan. Pertama, Doktrin aqidah yaitu muslim yakin Al Qur'an menyembuhkan. Kedua, fakta ilmiah," jelasnya.

Namun tambahnya lagi, fakta ilmiah inilah yang terkadang masih susah menyasar ke masyarakat.

Pasalnya, membuktikan kesembuhan Al Qur'an berdasarkan fakta ilmiah hanya bisa di lakukan oleh orang yang berkecimpung dalam dunia medis.

" Di sinilah kadang orang susah menjadikan ruqyah sebagai metode kesembuhan. Sehingga harus ada faktor-faktor penunjang yang harus dilakukan pasien yaitu memahami apa yang di dengarkan pada ketika ruqyah dilaksanakan," jelasnya.

Selain itu, faktor lainnya yang juga membuat sebagian masyarakat enggan menjalani pengobatan dengan metode ruqyah lantaran masih kurangnya sosialisasi.

"Bahkan terkadang kalah dengan dukun yang sosialisasinya di berbagai media,"jelasnya.

Kendati demikian, pria yang juga tergabung dalam Arsyi (Asosiasi Ruqyah Syar Iyyah Indonesia, kini memantau metode ruqyah mulai naik daun.

Masyarakat mulai lebih tertarik lantaran telah melihatnya dengan tayangan ruqyah di sebuah televisi swasta.

" Alhamdulillah kalau melihat persentasinya, sekarang masyarakat mulai tertarik dengan ruqyah. Seperti di Klinik Pondok Sehat Al Wahida, salah satu tolak ukur yang selalu standby untuk melayani pasien ruqyah yang dari tahun ke tahun meningkat," jelas pria yang tergabung di organisasi ARSYI tersebut. (BANJARMASINPOST.CO.ID /A RIZKI ABDUL GANI)

--

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved