Kesenian Banjar

Biksu dari Thailand Rela ke Banjarmasin Demi Pelajari Balamut

Hanya segelintir orang yang menguasai kesenian asli Kalsel berupa tradisi bakisah.

Biksu dari Thailand Rela ke Banjarmasin Demi Pelajari Balamut
Banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar
M Jamhar, Maestro Balamut 

BANJARMASIN POST.CO.ID - Tak hanya generasi muda, orangtua banyak yang tak tahu salah satu kesenian yang hampir punah, Balamut.
Hanya segelintir orang yang menguasai kesenian asli Kalsel berupa tradisi bakisah yang berisi tentang pesan dan nilai-nilai keagamaan, sosial dan budaya Banjar ini.
Balamut yang dibawakan dengan menggunakan terbang besar yang diletakkan dipangkuan ini dan mirip Madihin ini, bisa berfungsi sebagai media da’wah agama islam dan muatan pesan – pesan pemerintah atau pesan dari pengundang lamut, media hiburan, menyampir, yaitu tradisi bagi keturunan palamutan, hajat seperti untuk tolak bala atau doa selamat pada acara kelahiran anak, kitanan atau sunatan, mendapat rejeki.
"Bisa juga sbagai pendidikan terutama mengenai tata kerama kehidupan masyarakat Banjar. Biasanya petatah petitih berupa nasehat, petuah atau bimbingan moral," kata maetro Balamutan, M Jamhar, Senin (9/7/2018).
Ditambahkan dia, yang menarik di Balamut ini, orang yang datang buat tatamba atau pengobatan tak hanya berasal dari Banua, juga dari luar Kalsel hingga luar negeri.
"Ada orang dari Sulawesi Selatan yang minta pengobatan melalui Balamut. Alhamdulillah, mungkin seurat dan pertolongan Allah, akhirnya sembuh," kata lelaki berusia 75 tahun.
Selain itu, ada juga yang berasal dari Jakarta, Bandung, bahkan biksu dari Thailand yang mendatangi ke rumahnya di kawasan Kuin Banjarmasin Utara.
"Katanya mengetahui kesenian Balamut melui media sosial. Saya salut sama biksu tersebut, mereka rela datang ke Banjarmasin hanya mengetahui kesenian Balamut," ucap Jamhar. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help