Berita Kabupaten Banjar

Dilaporkan Warganya Terkait Dana Desa Ini Tanggapan Pambakal Handil Purai

Beberapa jam setelah dilaporkan warganya di Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Kepala Desa Handil Purai, Sarbani angkat bicara.

Dilaporkan Warganya Terkait Dana Desa Ini Tanggapan Pambakal Handil Purai
istimewa
Kepala Desa, Sarbani saat rapat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN — Beberapa jam setelah dilaporkan warganya di Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Kepala Desa Handil Purai, Sarbani angkat bicara. Kepada Banjarmasinpost.co.id, Sarbani menegaskan bahwa semua sudah dijelaskan dalam forum bersama BPD.

“Beliau tidak paham dan tidak mengerti, tapi saya memaklumi karena Arpani (yang melaporkan) tingkat pendidikannya sekolah dasar saja,” katanya, Senin (9/7).

Sarbani menjelaskan, apa yang dilaporkan mantan anggota BPD 2017 itu adalah Apdes murni, sedangkan November sudah Apdes perubahan.

Baca: Jadwal Pendaftaran CPNS 2018 Mundur? Ini Tips dan Cara Jitu Lulus Tes Seleksi CPNS 2018

Pada 2016 dirinya sudah juga dilaporkan oleh Arpani, bahkan sampai Tipikor yang datang ke desanya, namun nyatanya tidak terbukti.

“Itu hanya bentuk kemarahan beliau karena kalah dalam Pemilihan Pambakal, padahal saya sudah sangat baik dengan calon yang kalah, cuma beliau yang terus memusuhi dan mencari cari-kesalahan,” ujarnya.

Adapun terkait letak sumur bor di halaman rumahnya, dijelaskan Sarbani tidak ada masalah kalau memang mau dipindah.

Baca: Ingin Tahu Siapa Saja yang Lulus Ujian Masuk Nasional di UIN Antasari, Ini Caranya

Dirinya juga sudah bekoordinasi dengan Babinsa, bahwa terpenting manfaatnya untuk orang banyak.

Sedangkan terkait dituduhkan nepotisme, karena masa transisi, aparatur deaa yang dulu sudah habis masa jabatannya, dan harus cepat ada pengganti bahkan mencari aparatur sampai keluar aturan penjaringan.

Kembali Sarbani menegaskan, intinya itu hanya bentuk kemarahan yang tidak bisa dikendalikan, sebab semua proyek dana desa sudah dapat dilaksanakan sesuai usulan masyarakat.

Baca: Rizki Ahmad yang Digigit King Cobra Peliharaannya Akhirnya Meninggal Dunia, Pesannya Bikin Haru

Adapun kegiatan yang diduga penggelapan dana desa yang disangkakan Arpani adalah kegiatan perencanaan desa Rp 11 juta, peningkatan halaman kantor desa Rp 31.604.027. Bidang pemberdayaan masyarakat desa Rp 84.462.891, penyusunan perencanaan pembangunan desa sesuai potensi Rp 10.124.405, serta dana peningkatan kapasitas Rp 45.638.485.

(Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help