Berita Balangan

Jembatan Gantung Ini Miring Sampai 60 Derajat, Begini Kondisinya

Infrastruktur jembatan gantung yang merupakan akses penting bagi warga untuk kekebun di Desa Mauyan, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, rusak

Jembatan Gantung Ini Miring Sampai 60 Derajat, Begini Kondisinya
facebook
Kondisi jembatan gantung di Desa Mauya, Kecamatan Halong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Infrastruktur jembatan gantung yang merupakan akses penting bagi warga untuk kekebun di Desa Mauyan, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan diketahui rusak.

Kerusakan diketahui oleh warga yang kebetulan sedang mencari bibit keminting didaerah tersebut yaitu Muhammad Pahnoor bersama dua rekannya.

Saat dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Senin (9/7/2018) Ketua FKH Melingai Citra Sanggam Balangan ini membenarkan adanya jembatan gantung yang rusak diwilayah setempat.

Menurutnya, secara fisik kondisi kayu dijembatan masih baik, hanya saja kondisinya sangat miring bahkan tinggal menunggu ambruk.

Jembatan gantung tersebut sudah tak bisa dilalui oleh warga untuk kekebun, mereka lebih memilih akses dibawah jembatan dengan menyebrangi sungai.

"Jelas ga bisa dilewati lagi, apalagi saat membawa barang, pasalnya kemiringan jembatan mulai 45-60 derajat," ungkapnya.

Menurut analisanya di lapangan penyebab miringnya jembatan gantung tersebut dikarenakan sering terkena arus deras sungai jika pasang.

Hal ini berakibat jembatan tak kuat menahan arus sehingga menjadi miring, bahkan oprit jembatan juga mulai tergerus tak kuat lagi menahan tiang jembatan, jika dibiarkan sewaktu-waktu jembatannya bisa saja ambruk.

Terpisah, Kepala Desa Mauyan, Samsuri mengatakan, lokasi jembatan gantung yang rusak tersebut berada di RT 1 dan baru saja dibangun sekitar satu tahun yang lalu.

Menurutnya, kerusakan terjadi akibat banjir yang menyebabkan sungai meluap sehingga arusnya yang deras tersebut menghamtam jembatan.

"Warga kami sangat kesulitan, tak memungkinkan lagi jalan atas, sangat miring sekali, jadi warga yang ingin kekebun harus melewati sungai ketika surut," ungkapnya.

Yang merepotkan lagi ketika saat ingin membawa barang, sepeda motor harus ditinggal dulu dipinggir sungai, kemudian barang seperti benih atau karet diangkat dulu untuk diseberangkan baru dinaikkan ke sepeda motor.

"Kami warga berharap agar penanganan cepat dari instansi terkait," harapnya.

Penulis: Elhami
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved