Berita Kotabaru

Nelayan di Sebuku Masih Kesulitan BBM untuk Melaut

Nelayan di Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru harus membeli BBM lebih mahal dari harga yang sudah ditetapkan.

Nelayan di Sebuku Masih Kesulitan BBM untuk Melaut
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Nelayan Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku saat berada di Gusung Bangau. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Belum adanya sikap pemerintah daerah soal ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, membuat ratusan nelayan di Kecamatan Pulau Sebuku dalam berapa bulan terakhir ini terus menjerit.

Bahkan untuk mendapatkan pasokan BBM sebagai operasional setiap melaut, para nelayan harus merogoh kocek Rp 7.000 per liter.

Dari beberapa desa di Kecamatan Pulau Sebuku. Dampak kesulitan BBM didapat dalam berapa bulan terakhir, di antaranya sangat dirasakan nelayan desa. Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku.

"Mulai berapa bulan lalu, sampai sekarang masih sulit. Tapi supaya lebih jelas bisa ditanyakan ke kepqla desa," kata Amat salah seorang warga Rampa kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (9/7/2018).

Kepala Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku H Ilham melalui telepon genggamnya membenarkan bahwa sampai sekarang nelayan kesulitan mendapatkan BBM jenis solar ketika ingin melaut.

Menurut Ilham, kesulitan mendapat solar dialami nelayan dalam beberapa bulan ini dampak adanya pengurangan jatah BBM dari solar paket dialer nelayan (SPDN) di Kotabaru ke pihak pangkalan khusus nelayan di desanya.

"Membeli di eceran kalau ada pengecer membeli dari kota. Bisa dari Sarangtiung, bisa dari Pulaulaut Timur," jelasnya.

Ditambahkan Ilham, nelayan membeli BBM subsidi di pangkalan Rp 6.000 perliter. Sedangkan harga dibeli di eceran Rp 7.000.

Ia bingung dengan dikuranginya BBM jatah untuk nelayan di Sebuku. Padahal jatah sebelumnya tiga ton pas-pasan untuk kebutuhan nelayan sebulan.

Apalagi setelah adanya pengurangan jatah yang kini hanya dua ton perbulan. "Sebelum ada pengurangan saja masih kurang. Tidak tahun kenapa jadi dikurangi," katanya.

Sementara hingga diberitakan, belum didapat konfirmasi resmi dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru.

Penulis: Herliansyah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help