Berita Balangan

Sampai Juli 2018, Ada 16 Kasus Demam Berdarah Terjadi di Balangan

Kondisi dan cuaca membuat pemerintah mengantisipasi terjadinya berbagai penyakit. Satu di antaranya demam berdarah.

Sampai Juli 2018, Ada 16 Kasus Demam Berdarah Terjadi di Balangan
banjarmasinpost.co.id/elhami
kadinkes balangan Akhmad Nasa i 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kondisi alam yang tak tentu sekarang ini, berisiko terhadap timbulnya bibit penyakit. Untuk itu Dinas Kesehatan Balangan mengimbau kepada masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap pencegahan penyakit dampak kondisi alam sekarang ini.

Himbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Akhmad Nasa'i.

Disampaikannya, kondisi cuaca yang tak menentu di Kabupaten Balangan sekarang ini apabila tidak ditanggapi dengan menjaga lingkungan bersih, merupakan kondisi yang ideal bagi perkembangan nyamuk Aedes aegypti penular penyakit Demam Berdarah.

"Kasus demam Berdarah sampai dengan bulan Juli 2018 ini, tercatat ada 16 kasus yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas yang ada di Kabupaten Balangan. Untuk kasus terakhir terjadi bulan Mei kemaren di wilayah kerja Puskesmas Tanah Habang," ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk kejadian demam berdarah tahun 2017 kemarin, ada 44 kasus menulari masyarakat Balangan. Kejadian tertinggi terjadi di wilayah kerja Paringin Selatan sebanyak 18 kasus, dan wilayah kerja Puskesmas Paringin 10 kasus.

"Alhamdulillah, atas kejadian tersebut, tidak ada penderita Demam Berdarah yang meninggal. Namun dengan kejadian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam 100.000 penduduk Kabupaten Balangan setidaknya ada 34,5 orang terkena DBD," ujarnya.

Masih disebutkannya, apabila berkaca pada kejadian-kejadian demam berdarah di Kabupaten Balangan dari tahun ke tahun, kejadiannya terus menurun, hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini semakin meningkat.

"Namun, capaian ini harus terus kita tingkatkan lagi, karena sebagai negara tropis, tidak saja pertumbuhan hewan dan tumbuhan saja yang berkembang biak, namun juga perkembangan penyakit yang dibawa oleh vektor, seperti halnya demam berdarah ini mudah pula perkembangannya," pungkasnya.

Penulis: Elhami
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved