Berita Kalteng

Korban Gigitan Ular King Cobra, Rizki Ahmad Disebut Hidup dan Mengalami Mati Suri, Ini Faktanya

Korban gigitan ular king Cobra Rizki Ahmad dikabarkan mengalami mati suri.

Korban Gigitan Ular King Cobra, Rizki Ahmad Disebut Hidup dan Mengalami Mati Suri, Ini Faktanya
istimewa
Kondisi Rizki Ahmad yang diduga dalam kondisi mati suri pascakoma karena digigit ular King Cobra peliharaannya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Korban gigitan ular King Cobra, Rizky Ahmad dikabarkan mati suri setelah sebelumnya dinyatakan koma dan meninggal dunia oleh dokter RS Doris Sylvanus, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kabar itu beredar di Facebook, diposting oleh akun Zekoy PRj pada Senin (9/7/2018) malam.

“Alhamdulillah hidup kembali...denyut nadi normal dan badan korban mulai lemas,” tulisnya.

Dia juga menyertakan beberapa foto kondisi terkini Rizky Ahmad yang tampak sudah sadar.

Sebelumnya, Zekoy PRj juga ada memposting beberapa foto Rizky Ahmad yang masih tak sadar dikelilingi banyak orang dan sedang dirituali oleh orang yang bisa menawar racun ular.

Baca: Hasil Ujian UMPTKIN 2018 Diumumkan Siang Ini, Ini Link-nya

Kabarnya, saat itu dia yang sudah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter siap untuk dikubur, namun ditunda karena saat hendak dimandikan separuh badannya masih hangat dan berkeringat.

Warga dan keluarganya kemudian berinisiatif mendatangkan orang yang pintar menawar racun ular.

Selama proses penyembuhan, memang banyak beredar status di media sosial yang menyebut, Rizki Ahmad yang telah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang menanganinya di RS Doris Sylvanus, setelah dilakukan ritual, korban kembali hidup bahkan bisa makan.

Baca: Pengumuman UMPTKIN 2018, Selasa 10 Juli 2018 - Ini Link Pengumuman Hasil UMPTKIN 2018

"Kami berada di TKP ritual hingga tengah malam, tetapi belum melihat apa yang dikabarkan melalui status di FB yang menyebut Rizki Ahmad sudah siuman dan kembali hidup, karena pawang masih berusaha memberikan pengobatan melalui ritual kepadanya," ujar Nago Anggota Emergency Response Palangkaraya (ERP) group WA yang stanby di TKP ritual hingga tengah malam. (www.banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal/faturahman)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved