Berita Batola

Terapkan Kurikulum 2013, Disdik Batola Tekankan Siswa SD dan SMP Berbicara di Depan Kelas

“Saya harapkan siswa SD dan SMP di Batola itu akan bisa aktif berbicara di kelas, bertanya dan diskusi dengan guru"

Terapkan Kurikulum 2013, Disdik Batola Tekankan Siswa SD dan SMP Berbicara di Depan Kelas
edi nugroho
Kepala Dinas Pendidikan Kabupatan Batola Sumarji Spd, MAP 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SISWA lebih banyak aktif di kelas dan akan terbentuk karakter yang baik pada diri siswa baik siswa SD dan SMP di Batola'>Kabupaten Batola. Itulah harapan dari penerapan kurkilum 2013 yang saat ini sedang digaungkan dinas pendikan Batola'>Kabupaten Batola.

“Saya harapkan siswa SD dan SMP di Batola itu akan bisa aktif berbicara di kelas, bertanya dan diskusi dengan guru. Itulah inti kurikulum 2013. Kelemahan pendidikan kita, siswa tak bisa ngomong,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupatan Batola Sumarji Spd, MAP, Selasa (10/7/18).

Ditambahkan Sumarji, Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala (Batola) menargetkan semua sekolah jenjang SD dan SMP di kabupaten setempat itu bisa menerapkan kurikulum 2013. Sebanyak 400 guru dan kepsek sudah dilatih materi Kurikulum 2013 dan pada tahap kedua ini digelar kembali materi kurikulum 2013.

“Kita targetkan pada 2019, semau SMP dan SD di Batola'>Kabupaten Batola itu sudah menggunakan kurikulum 2013,” kata Sumarji.

Menurutnya, jumlah SD negeri Batola'>Kabupaten Batola itu sebanyak 271 buah dan SMP ada 56 buah. Dengan kurikulum 2013, anak akan lebih terbentuk karakternya. Selain itu, siswa lebih banyak aktif dan bisa aktif di kelas.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupatan Batola Sumarji Spd, MAP, saat membuka pelatihan kurikulum 2013 untuk guru SD dan kepsek, di SDN Semangat Dalam 5, Kecamatan Alalak Batola'>Kabupaten Batola, Senin (9/7/2018) pagi, menyatakan pelatihan kurikulum 2013 tak sekadar kumpul kumpul para kepala sekolah dan guru.

"Jika ada guru dan kepsek yang tidak ada hadir jangan diluluskan. Waktu puasa, ada yang tak hadir dalam pelatihan kurikulum 2013, " katanya.

Menurut Sumarji, kalau mau alasan izin tak mau ikut pelatihan kurikulum 2013 harus jelas. Kalau pelatihan ngga ikut bagaimana mau tahu apa itu kurilukum 2013.Jangan sampai masih ada guru dan kepsek yang melaksanakan KTSP.

Sumarji menekankan aktivitas belajar anak harus dituntaskan. Guru jangan ngomong saja di kelas, namun berpedomanlah pada kurikulum 2013. imaklah apa yang dijelaskan kurikulum 2013.

”Minggu pertama masih orientasi siswa. Mutu peningkatan anak ada di tangan guru," katanya.

Menurut Sumarji, bagaimana kualitas siswa mau meningkat, jika kualitas guru saat ini masih diragukan sehingga diharapkan pelatihan ini bisa menambah wawasan guru.

"Pelatihan kurikulum 2013 ini diikuti oleh 51 kepsek dan guru SD di Kecamatan Alalak" katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved