Berita Banjarbaru

130 Guru Honorer Tahunan Ini Terima Honor dari Pemprov Kalsel

SMA Banua, SMA Snagna Pelaihari, SLB C, dan SMA Peramasan Kabupaten Banjar adalah sekolah yang sudah didata

130 Guru Honorer Tahunan Ini Terima Honor dari Pemprov Kalsel
edi nugroho
Guru honorer SDN dan SMPN di Kota Banjarmasin rekrutan 2017 lalu mengambil buku tabungan pencairan honor bulan Januari hingga Maret 2018, Kamis (26/4/18) lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tahun ini jumlah guru berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang akan menerima honor dari Pemprov Kalsel bakal bertambah. Jika di tahun lalu, ada 5714 guru, tahun ini jumlah itu akan membengkak dengan ditambahnya sekolah yang dibawah kewenangan Pemprov Kalsel dan sekolah baru.

SMA Banua, SMA Snagna Pelaihari, SLB C, dan SMA Peramasan Kabupaten Banjar adalah sekolah yang sudah didata jumlah PTTnya untuk mendapatkan pencairan honor di tahun ini.

Saat ini jelas Kabid Bina Ketenagaan Disdikbud Kalsel, H Abdul Rahim kepada Banjarmasinpost.co.id sudah ada 130 guru PTT yang terdata bakal menambah jumlah guru yang akan menerima honor dari Pemprov Kalsel.

"Iya saat ini masih pendataan, sudah ada 130 guru baru yang masuk dan sisanya kita memakai data yang lama jika sekolah-sekolah lambat mengirim data guru," jelasnya, Rabu (11/07/2018).

Ia memastikan tahun ini takkan terjadi keterlambatan pencairan honor guru PTT karena pendataan sudah dimulai sejak kini. Bahkan sudah diketahui ada 10 guru PTT yang berhenti menjadi guru.

Meski begitu sekolah sebutnya tetap diminta segera menyerahkan berkas ke Disdikbud untuk didata ulang. Jika tidak maka pencairan akan tertunda kembali lantaran masih ada sekolah yang mengumpulkan berkas.

Bukan hanya guru, tenaga kependidikan misalnya satpam dan tata usaha juga masuk dalam pendataan.

"Diatas 12 jam per minggu mengajar saat ini masih boleh mengusulkan honor dari Pemprov Kalsel, tapi kalau dibawah itu kita tidak terima, silakan sekolah yang membayar," jelasnya.

Terlambatnya pencairan honor PTT diakui Rahim memang kerap menjadi keluhan guru dan dan tenaga kependidikan. Namun ujar Rahim hal itu juga terjadi lantaran sekolah yang mengumpul berkas tepat waktu ke Disdikbud Kalsel.

"Kadang ada yang dia berhenti mengajar dan datanya terlambat masuk, sudah kita cairkan honornya, kadang ada juga yang berhenti ketika mau dicairkan honornya, itu yang membuat data harus selalu diperbarui," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved